SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Model Pembelajaran MURDER (Mood, Understand, Recall, Digest, Review) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sejarah Siswa Kelas X 1 SMA Nusantara 1 Deket Kabupaten Lamongan

Churin Ain

Abstrak


ABSTRAK

 

Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan di SMA Nusantara 1 Deket Kabupaten Lamongan diperoleh informasi bahwa terdapat beberapa permasalahan  selama kegiatan pembelajaran sejarah berlangsung di kelas X 1. Pertama, aktivitas siswa terbatas pada mendengarkan ceramah guru. Kedua, kemampuan siswa dalam memahami materi yang disampaikan kurang. Ketiga, kemampuan siswa dalam mengulang kembali materi kurang. Keempat, kemampuan siswa dalam pengembangan materi kurang dari yang diharapkan. Kelima, siswa kurang ikut berperan dalam kegiatan belajar mengajar. Permasalahan tersebut dapat tercermin pada data nilai UAS semester ganjil (sebelum remedial) kelas X 1 SMA Nusantara 1 Deket Kabupaten Lamongan yang mana rata-rata nilai siswa tersebut yakni sebesar 47.56 (dibawah KKM). Untuk mengatasi masalah tersebut, penggunaan model pembelajaran yang bisa digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa ialah model pembelajaran MURDER.

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK) desain model Kemmis dan Taggart dengan empat tahapan yang meliputi (1) Perencanaan, (2) Tindakan, (3) Pengamatan, (4) Refleksi. Penelitian dilaksanakan SMA Nusantara 1 Deket Kabupaten Lamongan dengan subjek penelitian 25 siswa kelas X 1. Metode pengumpulan data dengan cara observasi, dokumentasi dan penilaian hasil akhir siklus. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif.

 

Hasi penelitian yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan menggunakan model pembelajaran MURDER menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran MURDER sudah mencapai 74,6% pada siklus I dan meningkat menjadi 89,7% pada siklus II. Sedangkan berdasarkan data hasil belajar siswa pada siklus I dapat diketahui siswa yang tuntas belajar sebanyak 18,18% (4 siswa dari 22 siswa yang mengikuti skor hasil akhir tes) dan  nilai rata-rata hasil berlajar siswa masih rendah yakni 53.36. Namun, pada siklus II hasil belajar siswa mengalami kenaikan yakni dapat ditunjukkan pada siswa yang tuntas belajar sebanyak 65,22% (15 siswa dari 23 siswa yang mengikuti skor hasil akhir tes) dan  nilai rata-rata hasil berlajar siswa yakni sebesar 78.13%.