SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perkembangan Sistem Pembelajaran Pondok Pesantren Al-Amin Desa Tunggul Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan Tahun 1936-2015

Ahmad Razif Kurniawan

Abstrak


ABSTRAK

 

Pondok Pesantren (PP) merupakan salah satu komponen penting dalam bidang pendidikan di Indonesia. PP. Al-Amin merupakan salah satu pesantren yang memiliki sejarah panjang sehingga menarik untuk dikaji, hal ini dikarenakan dari faktor pendirinya yang merupakan salah satu pejuang kemerdekaan yaitu KH. Muhammad Amin Musthofa, atas kegigihannya dalam melawan penjajah serta mengajarkan Islam di Lamongan, namanya diabadikan menjadi nama salah satu jalan di Kota Lamongan. PP. Al-Amin yang berdiri tahun 1936 merupakan pesantren tertua kedua di Lamongan setelah PP. Tarbiyatut Tholabah.

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan latar belakang berdirinya Pondok Pesantren Al-Amin Desa Tunggul Paciran, (2) mendeskripsikan perkembangan Sistem Pembelajaran Pondok Pesantren Al-Amin Desa Tunggul Paciran Lamongan Tahun 1936-2015.

Penilitian ini menggunakan metode penelitian historis yang terdapat lima tahapan, yaitu: pemilihan topik, heuristik atau pengumpulan data, dalam hal ini penulis menggunakan teknik wawancara, studi kepustakaan serta dokumentasi, setelah itu dilakukan kritik, yaitu kritik ekstern dan intern, selanjutnya tahap interpretasi atau penafsiran data, dan yang terakhir adalah historiografi yaitu penulisan sejarah berdasarkan data-data yang telah diperoleh.

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diperoleh tiga kesimpulan. Pertama, PP. Al-Amin didirikan oleh KH. Muhammad Amin Musthofa pada tahun 1936 di Desa Tunggul - Paciran - Lamongan. Pada awal berdirinya PP. Al-Amin hanya berupa sebuah surau kecil yang diberi nama Al-Iman wal Islam, yang kemudian berganti nama menjadi Al-Amin. Kedua, PP. Al-Amin telah mengalami enam kali pergantian kepemimpinan, yaitu: KH. Muhammad Amin Musthofa (1936-1949), KH. Abdurrahman Syamsuri (1949-1952), KH. Ahmad Hazim Amin (1957-1966), KH. Abdul Wahab Adelan (1966-1967), KH. Sabiq Suryanto Amin (1967-1972), KH. Miftahul Fattah Amin (1972-2015). Ketiga, berdirinya PP. Al-Amin di Desa Tunggul memberi dampak positif terhadap masyarakat dari berbagai aspek terutama dari aspek pendidikan keagamaan. Sebelum berdirinya PP. Al-Amin masyarakat Desa Tunggul belum banyak yang memeluk ajaran Islam murni, kemudian setelah masuknya KH. Muhammad Amin Musthofa perlahan masyarakat mulai banyak yang memeluk agama Islam.

 

Saran untuk peneliti selanjutnya dapat meneliti tentang PP. Al-Amin dengan tema yang lain. Salah satu contohnya yaitu tentang Perkembangan dari aspek bangunan fisik dari awal berdirinya pesantren yaitu tahun 1936 sampai tahun 2015 serta biografi KH. Muhammad Amin Musthofa yang merupakan pendiri PP. Al-Amin.