SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERSEPSI GURU SEJARAH TENTANG PENILAIAN AUTENTIK DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERIKOTA MALANG

Intan Febri Layyinah

Abstrak


ABSTRAK

 

Layyinah, Intan Febri. 2017. Persepsi Guru Sejarah tentang Penilaian Autentik dalam Pembelajaran Sejarah di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Kota Malang. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Hariyono, M.Pd.

 

Kata Kunci: Persepsi guru, penilaian autentik, pembelajaran sejarah.

Penilaian autentik merupakan penilaian yang dilakukan secara berkelanjutan untuk menilai masukan, proses, dan hasil pembelajaran yang meliputi ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Penilaian autentik merupakan penilaian yang diterapkan dalam Kurikulum 2013 di SMKN Kota Malang. Persepsi guru sejarah tentang penilaian autentik penting untuk diteliti karena guru merupakan pelaksana penilaian autentik dalam proses pembelajaran. Guru sejarah sebagai pelaksana penilaian autentik dalam pembelajaran sejarah pasti memiliki persepsi dan tanggapan tersendiri tentang penilaian autentik. SMKN dipilih karena siswa SMKN diharuskan untuk bisa mengimplementasikan keterampilan berdasarkan penguasaan pengetahuan dan dilaksanakan dengan sikap yang baik.Penelitian ini dilaksanakan dengan rumusan masalah, yaitubagaimana persepsi guru sejarah tentang penilaian autentik dalam pembelajaran sejarah di SMKN Kota Malang.

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi.  Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah pedoman wawancara dan instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri.Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi data. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap pengumpulan data, tahap identifikasi dan klasifikasi data, dan tahap kesimpulan atau verifikasi data.

Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan bahwa 45,5% guru sejarah yang berstatus sebagai guru PNS tersertifikasi memiliki persepsi yang sangat baik tentang penilaian autentik dalam pembelajaran sejarah. Hal ini dikarenakan guru sejarah kategori PNS tersertifikasi telah memiliki pemahaman yang baik tentang konsep penilaian autentik. Hasil dari analisis data lainnya adalah54,5% guru sejarah yang berstatus sebagai Guru Tidak Tetap (GTT) memiliki persepsi yang cukup baik tentang penilaian autentik dalam pembelajaran sejarah. Hal ini dikarenakan guru sejarah kategori GTT belum begitu memahami konsep penilaian autentik dengan baik. Pelaksanaan penilaian autentik dalam pembelajaran sejarah yang dilakukan oleh guru sejarah kategori PNS tersertifikasi cukup baik. Guru lebih menekankan pada pentingnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran sejarah. Guru hanya menerapkan instrumen penilaian autentik yang dikuasainya saja. Hal ini dikarenakan instrumen penilaian autentik banyak dan rumit. Pelaksanaan penilaian autentik dalam pembelajaran sejarah yang dilakukan oleh guru sejarah kategori GTT cukup baik. Guru lebih menekankan pada proses pembelajaran sejarah yang inovatif dan menyenangkan. Guru sejarah kategori GTT sangat memperhatikan model pembelajaran dan penugasan kepada siswa. Penugasan yang diberikan kepada siswa dalam satu program keahlian belum tentu bisa diberikan kepada siswa di program keahlian lain.

 

Guru sejarah kategori GTT tidak boleh malu untuk bertanya dan belajar dari guru sejarah kategori PNS tersertifikasi tentang pemahaman dan pengalaman mereka terhadap penilaian autentik. Guru sejarah kategori PNS tersertifikasi juga tidak boleh menciptakan jarak dengan guru sejarah yang masih muda. Forum diskusi atau pelatihan sangat dibutuhkan oleh guru sejarah yang belum memahami dan melaksanakan penilaian autentik dengan baik. Adanya pelatihan dan pendampingan akan meningkatkan kualitas pelaksanaan penilaian autentik dalam pembelajaran sejarah di SMKN Kota Malang.