SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

pengembangan modul pembelajaran sejarah tentang peran kh. moh. kholil terhadap perkembangan islam di bangkalan sebagai materi sejarah lokal untuk kelas x di sman 1 blega

fahad akbar

Abstrak


ABSTRAK

 

Akbar, Fahad. 2017. Pengembangan Modul Pembelajaran Sejarah tentang Peran KH. Moh. Kholil terhadap Perkembangan Islam di Bangkalan sebagai Materi Sejarah Lokal untuk Kelas X di SMA Negeri 1 Blega. Skripsi, Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Najib Jauhari, S.Pd., M.Hum.

 

Keywords: modul, pembelajaran sejarah, Kh. Moh. Kholil.

Matapelajaran Sejarah adalah matapelajaran yang sangat penting, karena matapelajaran sejarah menanamkan nilai-nilai perubahan dan perkembangan masyarakat Indonesia dan di dunia dari masa lalu hingga masa kini. Oleh karena itu, keberadaan pada saat ini tidak terlepas dari kehidupan masa lalu. Pembelajaran sejarah memiliki fungsi untuk membangkitkan minat kepada sejarah tanah airnya dan mendapatkan inspirasi sejarah dari kisah-kisah kepahlawanan maupun peristiwa-peristiwa tragedi nasional. Penelitian pengembangan ini dilatarbelakangi di antaranya: (1) sejarah yang menurut siswa tidak perlu lagi dibahas karena peristiwa sudah lampau yang sudah tidak relevan pada zaman sekarang; (2) permasalahan yang ada di SMA Negeri 1 Blega terdapat pada sarana dan sumber belajar untuk siswa, sarana untuk menunjang pembelajaran di kelas kurang lengkap khususnya LCD, sehingga tidak bisa melakukan pembelajaran yang bervariasi, Sekolah tidak menyediakan buku paket sejarah baik itu buku sejarah wajib maupun buku sejarah peminatan. Oleh karena itu, guru hanya bisa memberikan LKS, terkadang siswa menganggap LKS itu adalah buku paket sejarah. Padahal LKS tersebut merupakan penunjang sebagai bahan ajar siswa selain adanya buku paket sejarah.

Berdasarkan pertimbangan tersebut peneliti melakukan penelitian pengembangan bahan ajar yang bertujuan menghasilkan sebuah produk modul Pembelajaran Sejarah untuk kelas X di SMA Negeri 1 Blega. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan menghasilkan modul Pembelajaran Sejarah tentang Peran KH. Moh. Kholil terhadap Perkembangan Islam di Bangkalan dalam pembelajaran sejarah materi pokok sejarah perkembangan Islam di Indonesia. Selain itu juga untuk mengetahui efektivitas penggunaan Modul Pembelajaran Sejarah dengan materi Sejarah Lokal di Bangkalan untuk siswa kelas X di SMA Negeri 1 Blega.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan menurut Sugiyono. Metode ini memiliki sepuluh tahap, namun dalam penelitian ini hanya menggunakan sampai tahapan yang kesembilan, yaitu: (1) potensi dan masalah; (2)  mengumpulkan informasi; (3) desain produk; (4) validasi desain; (5) revisi desain; (6) Uji Coba Produk; (7) revisi produk; (8) uji coba pemakaian; (9) revisi produk. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa lembar validasi ahli materi dan ahli pembelajaran, hasil nilai pre-test dan post-test¸ serta angket respons siswa.

Penelitian pengembangan ini menghasilkan produk berupa modul Pembelajaran Sejarah yang mengangkat materi peran KH. Moh. Kholil terhadap perkembangan Islam di Bangkalan. Materi tersebut berbasis sejarah lokal yang berhubungan dengan tokoh lokal yang memiliki pengaruh terhadap perkembangan Islam di Bangkalan. Materi sejarah lokal ini berdasarkan materi pokok pada Kompetensi Dasar 3.7 pada kurikulum 2013, yaitu menganalisis berbagai teori tentang proses masuk dan berkembangnya agama Islam di Indonesia. Modul ini bertujuan agar siswa lebih tertarik dan bersemangat dalam mempelajari Sejarah, khususnya sejarah Islam di Indonesia.

 

Modul yang dikembangkan oleh peneliti ini sangat membantu siswa dalam pembelajaran sejarah, baik sejarah Islam di Indonesia pada umumnya maupun sejarah lokal di Bangkalan pada khususnya. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di kelas X SMA Negeri 1 Blega ini diperoleh hasil dari validasi ahli materi sebesar 95,59% dan 97% dari hasil validasi ahli pembelajaran. Sedangkan dari hasil angket respons siswa dan uji coba skala kecil sebesar 89,77% dan untuk hasil dari angket respons siswa pada uji coba pemakaian (skala besar) diperoleh sebesar 90,57%. Modul ini sangat efektif diimplementasikan pada kelas X di SMA Negeri 1 Blega.