SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Modul Sejarah Pada MateriPolitik Pasca Reformasi : Sejarah Lokal di Kabupaten Tuban 2006

ahmad roziqin

Abstrak


ABSTRAK

 

Roziqin, Ahmad. 2017. Pengembangan Modul Sejarah Pada MateriPolitik Pasca Reformasi : Sejarah Lokal di Kabupaten Tuban 2006. Skripsi. Program Studi Pendidikan Sejarah, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(I) Drs. Kasimanuddin Ismain, M.Pd, (II) Drs. Marsudi, M.Hum.

 

Kata Kunci: pengembangan, modul sejarah, pemilukada Tuban 2006

Pembelajaran sejarah di sekolah masih banyak menggunakan metode ceramah dan kurang memanfaatkan bahan ajar, sedangkan pembelajaran sejarah lokal masih kurang diperhatikan. Permasalahan tersebut juga ada pada pembelajaran sejarah di MAN Tuban. Pembelajaan sejarah di MAN Tuban masih mengacu pada buku paket sejarah Indonesia dan belum mengacu pada buku yang berbasis sejarah lokal. Oleh kerena itu penulis mengembangkan bahan ajar berupa modul sejarah lokal. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menggembangkan Modul sejarah Pada Meteri Politik Pasca Reformasi : Sejarah Lokal di Kabupaten Tuban 2006 sebagai penguat materi sejarah lokal untuk pembelajaran Sejarah Indonesia tingkat SMA kelas XII di Tuban.

Metode penelitian yang digunakan merupakan metode penelitian dan pengembangan atau Research and Development. Langkah pengembangan ini yaitu identifikasi potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain produk, revisi desain produk, uji coba desain produk, revisi desain produk, uji coba pemakaian, revisi desain produk tahap akhir, dan media siap dimanfaatkan atau produk final. Uji coba validasi melibatkan 2 validator yaitu validator ahli media dan validator ahli materi yang merupakan dosen sejarah Universitas Negeri Malang. Tahap uji coba dilakukan pada kelompok kecil sebanyak 10 siswa serta uji coba lapangan yangterdiri dari 35 siswa.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul sangat layak digunakan sebagai bahan ajar sejarah lokal. Berdasarkan hasil validasi materi di ketahui bahwa tingkat kelayakan modul sebesar 95,3% sedangkan validasi media sebesar 98%. Tingkat kelayakan yang diperoleh menunjukkan bahwa menurut ahli media dan ahli materi modul sangat layak untuk dipakai sebagai bahan ajar dengan kategori valid. Namun terdapat beberapa perbaikan yang diberikan validator media. Perbaikan pada penggunaan istilah baku dalam penulisan, perbaikan pada kesalahan ketik dalam penulisan modul, dan perbaikan kualitas gambar.Hasil uji coba kelompok kecil diketahui tingkat kelayakan modul adalah 90,5% dengan revisi pada aspek pemberian halaman di daftar isi, daftar gambar dan pembetulan pada desain sampul. Hasil uji coba kelompok besar diketahui tingkat kelayakan sebesar 90%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa modul siap dimanfaatkan dan diproduksi massal.

Modul yang dikembangkan penulis memiliki beberapa kelebihan, diantaranya yaitu modul dikembangakan berdasarkan SK dan KD sesuai kurikulum kelas XII SMA serta bahasa yang mudah dimengerti sehingga layak digunakan untuk siswa SMA. Modul dilengkapi dengan daftar singkatan, gambar yang relevan seta petunjuk penggunaan. Akan tetapi modul juga memiliki kekurangan yaitu modul masih dikemas dengan media cetak sehingga masih kurang manarik dengan bahan ajar yang bersifat digital, modul yang dikembangkan masih terpaku pada siswa,belum dilengkapi dengan petunjuk penggunaan guru. Sehingga kedepannya diharapkan terdapat penelitian yang bisa melengkapi kekurangan-kerungan tersebut.

ABSTRACT

Roziqin, Ahmad. 2017. The history module development in politic materials after reformation: the local history in Tuban regency in 2006. Thesis. History education study progam. History department, faculty of social sciene, the state university of malang. Advisors: (I) Drs. Kasimanuddin Ismain, M.Pd, (II) Drs. Marsudi, M.Hum.

 

Key words: development, history module, the election of head regional in Tuban 2006.

The learning process of history in school still using lecture metheod and do not utilize the materials with good, in other way the.learning process of local history did not get attention enough. Those problems also have found in history learning in MAN Tuban. The history learning in MAN Tuban still focus on a indonesian history packages book and did not focus on local history packages book yet. Because of that, the researcher develop a module materials of local history. This research aims to develop the module materials, especially in politic materials after reformation: the local history in Tuban regency in 20016 as a stronger materials local history for Indonesian history learning in twelve grade students of senior high school inTuban.

In this research, the researcher uses research and development methods. This development step is identification of potential and problems, data collection, product design, product design validation, product design revision, product design trial, product design revision, trial usage, final product design revision, and the medium ready to use or final product.. The validity of trial involve two validator, they are the medium validator expert and the material validator expert who are the  history lectures of state university of malang.  The steps trial applied in a small groups consist of ten students and also fields trial which consist of thirty five students.

The result of this research shows that, the module is so worthy as a materials in local history. Based on the module validity, it shows that 95,3% is worthy, and based on medium validity 98%. Based on the expert who cencern in module materials and medium, shows that this module is worthy to used as a materials with vailid categories. But, there something suggestion from medium vaidator. The suggestion include, choosing a term in writing , typing and writing the modul, and needs to improve the picture quality. The result from small groups shows that the effective of this module is 90,5% with revise in page number in paper, list of picture and cover need to be fixed. The result from big groups shows that 90% worthy. The result above prove that, module is ready to use and massive production.

 

The module who develop by the researcher have some advantages. Like, this module develop based on SK and KD and also suitable with twelve grade students curriculumwhich come with essy language to understand, so the module is worthy to use for senior high school students. The module come with list of abbreviation,relevant pictures, and the step to use it. But, this module also have some weakness. The module still printed in paper, it is not too interesting with some materials which has printed in digital. Also the module only focus on students, not come with teacher guide. Hopefully, there are some research who able to develop some way to cover the weaknesses.