SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Pemikiran dan Aktivitas Buya Hamka Terhadap Masyarakat Indonesia 1925-1981

Faris Veby Andry

Abstrak


ABSTRAK

 

 Andry, Faris Veby. 2017. Pengaruh Pemikiran dan Aktivitas Buya HAMKA

Terhadap Masyarakat Indonesia 1925-1981. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Ari Sapto, M.Hum.

Kata Kunci: Pemikiran, Buya Hamka, Aktivitas, Masyarakat Indonesia. Penelitian ini dilakukan karena peranan dan pengaruh Buya HAMKA yang sangat besar dalam dunia pendidikan dan keagamaan di Indonesia. Cara pandang HAMKA yang horizontal dan sempat menjadi acuan ketika menjabat sebagai ketua MUI hingga karya sastra HAMKA yang mampu meresap ke nadi pemikiran masyarakat. Penelitian ini memiliki tiga rumusan masalah yang akan dibahas yaitu (1) Bagaimana Pemikiran Buya HAMKA Mengenai Islam di Indonesia? (2) Bagaimana Aktivitas Buya HAMKA Untuk Mewujudkan Pemikirannya? (3) Bagaimana Pengaruh Aktivitas Buya HAMKA Terhadap Masyarakat Indonesia1925-1981? Penulis dalam penelitian ini menggunakan metode studi pustaka. Tahapan dalam melakukan kajian kepustakaan yaitu; (1) menyiapkan alat perlengkapan yang diperlukan, (2) menyiapkan bibliografi kerja (working bibliography), (3) mengorganisasikan waktu dan (4) kegiatan menganalisis dan menulis bahan penelitian. Berdasarkan hasil studi pustaka diperoleh tiga kesimpulan sebagai berikut, (1) Buya HAMKA merupakan sosok yang gigih dalam menyebarkan agama dan berjuang untuk membela negaranya Indonesia. HAMKA menggagas kembalinya ajaran Islam kepada Alqur’an dan Hadits. HAMKA menekankan bahwa sisa-sisa kepercayaan kuno masyarakat Indonesia seperti animisme-dinamisme serta masih kentalnya unsur Hindu-Budha khususnya di Jawa sebaiknya diluruskan agar sesuai dengan ajaran dan fitrah ajaran agama Islam yang sesungguhnya, (2) Pendidikan yang dijadikan HAMKA sebagai ujung tombak dalam dakwah Islam menurutnya dibagi menjadi pendidikan jasmani dan rohani, (3) Buya HAMKA membedakan makna pendidikan dan pengajaran. Menurutnya, pendidikan Islam merupakan serangkaian upaya yang dilakukan pendidik untuk membantu membentuk watak, budi, akhlak, dan kepribadian peserta didik, sehingga bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Pemikiran HAMKA dapat diajarkan pada tingkat pendidikan sekolah menengah atas untuk menambah wawasan dan membangun karakter siswa agar menjadi penerus bangsa yang berkompeten dan memiliki jiwa nasionalisme tinggi tanpa mengesampingkan toleransi antar umat beragama.