SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERMAIN PERAN UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADAMATA PELAJARAN SEJARAH DI KELAS XI IPS 2 SMANEGERI 1 DAGANGAN KABUPATEN MADIUN

muhammad abror amanullah

Abstrak


ABSTRAK

 

Abror, Muhammad A. 2017. Penerapan Model Pembelajaran Bermain Peran UntukMeningkatkanAktivitasBelajarSiswa Pada Mata Pelajaran Sejarah Di Kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Dagangan Kabupaten Madiun. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Najib Jauhari, S.Pd, M.Hum

 

Kata Kunci : Model pembelajaran bermain peran, Aktivitas belajar siswa,

Pelajaran sejarah.

 Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Dagangan (SMA N 1 Dagangan) merupakan salah satu lembaga pendidikan sekolah menengah atas yang ada di Kabupaten Madiun. Sekolah ini sudah menerapkan Kurikulum 2013 dalam pembelajaran di sekolah. Salah satu kendala pembelajaran sejarah di sekolah ini ialah kurangnya aktivitas belajar siswa dan tambahan model pembelajaran yang ada di dalam kelas. Sehingga tidak ada variasi dalam mengajar pelajaran sejarah. Sehingga siswa kurang memperhatikan pelajaran sejarah dikarenakan tidak adanya tambahan model dan variasi mengajar dalam belajar sejarah. Hal ini mengakibatkan siswa kurangnya aktivitas belajar siswa di dalam kelas. Permasalahan pembelajaran tersebut dibuktikan dengan bukti wawancara penulis kepada guru matapelajaran sejarah dan berdasarkan pengamatan penulis pada saat observasi awal.

Rumusan masalah penelitian (1) Bagaimanapenerapan model pembelajaranbermainperanpadamatapelajaran sejarahkelas XI IPS 2 SMANegeri 1 Dagangan? (2)Bagaimana peningkatanaktivitasbelajarkelas XIIPS 2 pada mata pelajaran sejarah SMANegeri 1 Dagangan melaluimodel pembelajaranbermainperan? Untuk tujuan penelitian (1) Mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Bermain Peran untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa materi sidang BPUPKI matapelajaran sejarah di kelas XI IPS 2 SMAN 1 Dagangan Kabupaten Madiun, (2) Mendeskripsikan peningkatan aktivitas belajar siswakelas XI IPS 2 pada matapelajaran sejarah SMA Negeri 1 Dagangan melalui model pembelajaran bermain peran.

Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, 1 siklus terdiri dari 2 pertemuan. Pada penelitian ini diterapkan model pembelajaran bermain peran (role playing). Pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi aktivitas belajar siswa, instrumen penilaian peningkatan aktivitas belajar siswa, lembar refleksi pada siklus I dan II.

Hasil penelitian ini menunjukkan pada tahap observasi awal (pra-siklus) kemudian tahap siklus I menuju siklus II mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal itu terlihat bahwa perolehan nilai rata-rata siswa pada penilaian aktivitas belajar siswa tahap observasi awal (pra-siklus) memperoleh nilai sebesar 60,1nilai ini masuk dalam kategori cukup dan masih bisa ditingkat kembali pada siklus I. Kemudian pada tahap siklus I sebesar 72,1.nilai ini masuk dalam kategori baik sehingga masih bisa ditingkatkan kembali pada siklus II. Kemudian pada siklus II perolehan nilai rata-rata siswa memperoleh sebesar 98,1.nilai ini masuk dalam kategori baik sekali sehingga mendekati nilai sempurna.Hal ini dapat disimpulkan bahwa dari tahap observasi awal (pra-siklus) menuju siklus I mengalami peningkatan sebesar 12%. Selanjutnya menuju ke siklus II mengalami peningkatan yang cukup signifikan yaitu sebesar 26%. Hal ini juga terlihat pada kuisioner siswa pasca penelitian tindakan kelas bahwa siswa tertarik mempelajari sejarah melalui model pembelajaran bermain peran (role playing).

 

Diharapkan dengan adanya model pembelajaran bermain peran (role playing)ini dapat dimanfaatkan dan digunakan sebagai alternatif mengajar di dalam kelas untuk menarik minat dan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran sejarah. Sehingga menghasilkan pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa dan bisa menambah wawasan siswa dalam pelajaran sejarah sesuia dengan materi yang bisa digunakan dengan model pembelajaran bermain peran.