SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Media Sosial Line dalam Pembelajaran Sejarah Indonesia untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X Tata Boga 4 SMK Negeri 3 Malang

Decky Andika Pratama

Abstrak


ABSTRAK

 

Pratama, Decky Andika. 2017. Penerapan Media Sosial Line dalam Pembelajaran Sejarah Indonesia untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X Tata Boga 4SMK Negeri 3 Malang. Pembimbing: (I)  Aditya Nugroho Widiadi, S.Pd., M.Pd., (II) Dr. R. Reza Hudiyanto, M. Hum.

 

Kata Kunci: media sosial line, pembelajaran sejarah Indonesia, hasil belajar

Sebagai media komunikasi massa baru, media sosial telah membuat hubungan antara orang, kelompok atau bahkan antara komunitas sosial lebih mudah. Media telah digunakan sebagai alat komunikasi dalam kegiatan pendidikan misalnya sebagai media guru dalam menyampaikan ide-ide mereka dan mengeksplorasi pengetahuan siswa. Menurut pengamatan, sebagian besar guru masih menggunakan gaya lama belajar dan tidak membuat perbaikan atau modernisasi dalam cara belajar. Guru mengandalkan media powerpoint dalam menyajikan matapelajaran mereka. Dengan penggunaan strategi ini memperlihatkan hasil yang tidak optimal. Dengan media yang diterapkan pada siswa kelas X Tata Boga 4 SMK Negeri 3 Malang, menunjukan hasil belajar siswa rendah. Disebabkan karena guru kurang inovatif dalam menggunakan media pembelajaran dalam setiap mengajar.

Tujuan penelitian ini difokuskan pada pertanyaan bagaimana meningkatkan hasil belajar pada kelas X Tata Boga 4 SMK Negeri 3 Malang dengan menggunakan media sosial linedalam pembelajaran sejarah Indonesia. Dalam penelitian ini membahas materi tentang kehidupan masyarakat pra-sejarah dan perkembangan teknologinya.

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Model penelitian yang digunakan adalah tindakan kelas model Lewin yang ditafsirkan oleh Kemmis. Dengan menggunakan model Kemmis, penelitian ini mencoba untuk mendapatkan merespon dari kelas X Tata Boga 4 SMK Negeri 3 Malang sebelum dan sesudah tindakan penelitian. Oleh karena itu penggunaan media line memberikan hasil yang baik kepada siswa.

 

Menurut analisis data yang diperoleh, siswa mendapat rata skor 68,11 dengan rincian 13 siswa memperoleh  rata-rata nilai di atas KKM dan 23 siswa mendapat nilai bawah KKM, dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 36,1%. Hasil dari siklus pertama, dengan menerapkan media line, tes yang dilakukan pada akhir siklus menunjukkanadanya peningkatan dibandingkan dengan sebelum pelaksanaan media line, yaitu nilai rata-rata siswa 76,39 meningkat sebesar 8,28, sedangkan persentase kentuntasan belajar sebesar 63,9% mengalami peningkatan dari sebelumnya diterapkannya media line, yaitu 27,8. Pada siklus kedua menunjukkan pula peningkatan dengan nilai rata-rata 79,03 dan persentase ketuntasan belajar siswa sebesar 83,3%. Dengan hasil yang didapat siswa memperoleh ketuntasan belajar ≥80% sehingga penggunaan media line dalam pembelajaran sejarah dapat meningkatkan hasil belajar siswa.Kesimpulan dari penelitian ini adalah media pembelajaran menggunakan media sosial line layak digunakan sebagai media pembelajaran di sekolah-sekolah sebagai sarana untuk meningkatkan hasil belajar siswa.