SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERBEDAAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN SEJARAH ANTARA YANG MENGGUNAKAN SUMBER PRIMER TERTULIS DAN SUMBER PRIMER LISAN PADA KELAS XII IIS MAN 2 TULUNGAGUNG

ahmad zulfikar alfaiz

Abstrak


ABSTRAK

 

Alfaiz, Ahmad Zulfikar. 2017. Perbedaan Hasil Belajar Peserta Didik pada Pembelajaran Sejarah antara yang Menggunakan Sumber Primer Tertulis dan Sumber Primer Lisan pada Kelas XII IIS MAN 2 Tulungagung. Skripsi, Jurusan Sejarah, Program Studi S1 Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Aditya Nugroho Widiadi, S.Pd., M.Pd.

 

Kata Kunci: Hasil Belajar, Sumber Primer Tertulis, Sumber Primer Lisan, Matapelajaran Sejarah.

Sumber belajar merupakan hal penting dalam pembelajaran sejarah, karena tanpa menggunakan sumber belajar mustahil peserta didik bisa mempelajari sejarah. Sumber sejarah dibedakan menjadi dua, yakni sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer sejarah adalah sumber sejarah yang disampaikan oleh saksi mata atau dibuat ketika peristiwa itu terjadi. Sumber primer sejarah masih sangat jarang digunakan dalam pembelajaran sejarah, padahal sumber primer sejarah lebih diutamakan jika dibandingkan dengan sumber sekunder. Sumber primer yang bisa digunakan di antaranya berupa sumber primer tertulis dan sumber primer lisan. Salah satu sumber primer tertulis adalah koran atau surat kabar. Sementara itu, sumber primer lisan adalah informasi yang diberikan oleh saksi hidup saat peristiwa itu terjadi. Pada umumnya informasi dari kedua sumber tersebut belum pernah dimuat dalam buku teks sejarah. Kedua sumber belajar tersebut membutuhkan gaya belajar yang berbeda, yakni gaya belajar visual dan auditori. Oleh karena itu perlu dilakukan pengukuran berkaitan dengan perbedaan hasil belajar peserta didik, sehingga diketahui manakah yang lebih baik dari kedua sumber tersebut.

Terdapat tiga rumusan masalah dalam penelitian ini. Pertama,bagaimana hasil belajar peserta didik pada pembelajaran sejarah dengan menggunakan sumber primer tertulis. Kedua, bagaimana hasil belajar peserta didik pada pembelajaran sejarah dengan menggunakan sumber primer lisan. Ketiga, bagaimana perbedaan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran sejarah antara yang menggunakan sumber primer tertulis dan sumber primer lisan.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen dengan jenis penelitian kuasi eksperimen. Populasi pada penelitian ini adalah kelas XII MAN 2 Tulungagung. Sampel dipilih secara nonprobability sampling (purposive) berdasarkan saran dari guru sejarah di MAN 2 Tulungagung yakni kelas XII IIS 2 dan kelas XII IIS 3 sebagai kelas eksperimen. Kedua kelas tersebut memiliki minat belajar sejarah yang sama dan lebih tinggi dibandingkan dengan kelas lain. Instrumen yang digunakan berupa instrumen perlakuan berupa RPP dan sumber belajar, sedangkan instrumen pengukuran berupa tes (pre-test dan post-test). Analisis statistik yang digunakan adalah uji-t

 

Hasil penelitian ini dapat dipaparkan sebagai berikut. Pertama, terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik antara sebelum dan sesudah menggunakan sumber primer tertulis, terbukti dengan nilai rata-rata gain score sebesar 52,20. Kedua, terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik antara sebelum dan sesudah menggunakan sumber primer lisan, terbukti dengan nilai rata-rata gain score sebesar 34,05. Ketiga, terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik antara yang menggunakan sumber primer tertulis dan yang menggunakan sumber primer lisan. Perbedaan hasil belajar juga dapat dilihat pada rata-rata nilai gain score di kelas eksperimen pertama 52,20 sedangkan di kelas eksperimen kedua adalah 34,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar peserta didik yang menggunakan sumber primer tertulis lebih baik dibandingkan dengan yang menggunakan sumber primer lisan.