SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penggunaan Model Pembelajaran Take Letter and Match untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Sejarah Siswa Kelas IPS B/15 SMAN 01 Singosari

Latiffatun Nasiroh, Latiffatun Nasiroh

Abstrak


ABSTRAK

 

Nasiroh, Latiffatun. 2017. Penggunaan Model Pembelajaran Take Letter and Match (TLM) untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Sejarah IPS B/15 SMAN 01 Singosari. Skipsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Mashuri M.Hum.

 

Kata Kunci: Model Pembelajaran Take Letter and Match, Keaktifan,

 Pembelajaran Sejarah.

Model pembelajaran merupakan salah satu komponen  penting dalam pembelajaran. Guru harus dapat menentukan model pembelajaran yang tepat dalam mengajar agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Model pembelajaran yang kurang menarik akan dapat menyebabkan siswa merasa kurang tertarik dengan materi pelajaran yang disampaikan serta dapat menyebabkan rendahnya keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Berkaitan dengan hal tersebut terjadi di kelas IPS B/15 SMAN 01 Singosari, yang menjadi akar permasalahan adalah rendahya keaktifan belajar siswa dalam bidang matapelajaran sejarah disebabkan karena model pembelajaran yang digunakan kurang menarik bagi siswa. Hal ini ditunjukkan adanya aktivitas siswa di luar kegiatan pembelajaran. Peneliti dan guru memberikan sebuah alternatif untuk memperbaiki permasalahan tersebut dengan menggunakan model pembelajaran Take Letter and Match (TLM) yang merupakan kombinasi antara model pembelajaran Make a Match dan media surat, apabila dikaitkan dengan matapelajaran sejarah maka akan dapat digunakan sebagai model pembelajaran sejarah yang efektif dan variatif untuk meningkatkan keaktifan siswa. Penambahan media berupa surat-surat yang berisi tugas dan kemudian saling dicocokkan oleh pasangannnya, maka siswa akan terdorong aktif untuk belajar. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui proses pembelajaran dan peningkatan keaktifan siswa belajar sejarah menggunakan model pembelajaran Take Letter and Match.

Peneliti menggunakan pendekatan dengan metode Penelitian Tindakan Kelas melalui empat tahapan dalam satu siklus, yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi, dan tahap relfeksi. Sumber data utama yang digunakan adalah siswa dan sumber data lain adalah guru matapelajaran sejarah. Pengumpulan data yang digunakan adalah dengan observasi dan wawancara, setelah terkumpulnya data maka dilakukan analisis dengan menggunakan teknik model kualitatif yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, selain itu juga menggunakan analisis kuantitatif untuk mengetahui prosentase dan jumlah siswa yang memiliki keaktifan tinggi. Berdasarkan hasil analisis data yang didapatkan bahwa proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Take Letter and Match (TLM) layak dan cocok digunakan di kelas IPS B/15 dalam matapelajaran sejarah, terdapat beberapa kekurangan yang ditemukan pada siklus I, namun berhasil diperbaiki pada siklus II.

Pada siklus I, guru belum sepenuhnya memberikan batas waktu kepada siswa untuk mengerjakan tugas, sehingga terlalu membutuhkan waktu yang lama, selain itu siswa masih asing dan sulit beradaptasi dengan model pembelajaran yang baru mereka kenal, sehingga guru harus lebih banyak membimbing siswa

 

pada saat melakukan diskusi. Pada pelaksanaan siklus II, kekurangan-kekurangan yang ada pada siklus I sudah dapat diperbaiki. Guru memberikan penegasan waktu kepada siswa pada saat mengerjakan tugas bersama pasangannya, sehingga kegiatan pembelajaran dapat sesuai dengan alokasi waktu yang telah ditentukan dan siswa juga sudah terbiasa dengan model pembelajaran Take Letter and Match (TLM), sehingga proses pembelajaran dapat terlaksana lebih baik daripada siklus sebelumnya. Pemberian tindakan yang dilakukan pada Siklus I dan Siklus II dengan menggunakan model pembelajaran Take Letter and Match (TLM) terjadinya peningkatan keaktifan belajar sejarah siswa kelas IPS B/15 di SMAN 01 Singosari. Hal tersebut telah nampak dari hasil analisis indikator yang telah diisi oleh dua observer. Pencapaian prosentase rata-rata keaktifan siswa pada siklus I secara klasikal mencapai 69,3%, sedangkan pencapaian  prosentase rata-rata keaktifan siswa secara klasikal pada siklus II telah mencapai 83,3%. Hal ini menunjukkan bahwa dari tahap pra-penelitian, serta dilakukannya pemberian tindakan siklus I hingga pada siklus II telah terjadinya peningkatan keaktifan belajar sejarah kelas IPS B/15 di SMAN 01 Singosari.