SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

ANALISIS PERAN BANK SAMPAH DALAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI KOTA MALANG (STUDI KASUS KECAMATAN KLOJEN RW 002)

Adhytia Muslim Syahputra

Abstrak


ABSTRAK

Syahputra, Adhytia Muslim. 2015. Analisis Peran Bank Sampah Dalam Pembangunan Berkelanjutan di Kota Malang (Studi Kasus Kecamatan Klojen RW 002), Skripsi, Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, Pembimbing : (I) Dr. Nasikh, S.E., M.P., M.Pd, (II) Drs. H. Achmad Ali Wafa, M.Pd.

Kata Kunci : Sampah, Bank Sampah, Pembangunan Berkelanjutan, Kota Malang

Sebagian masyarakat memandang sampah sebagai barang sisa yang tidak berguna, bukan sumber daya yang dapat dimanfaatkan. Paradigma lama pengelolaan sampah "kumpul, angkut, buang" sangat membebeni TPA. Oleh karana itu pada tahun 2011, pemerintah Kota Malang menemukan solusi pengurangan sampah dan pengolahannya yang kemudian juga menjadikan sampah memiliki nilai dalam aspek ekonomi dan tidak merugikan berbagai pihak, yaitu melalui Bank Sampah Malang. Hal tersebut sebagai upaya pembangunan berkelanjutan di Kota Malang, dimana diwujudkan melalui keterkaitan yang tepat antara lingkungan, sosial dan ekonomi (green economy). Konsep ini memberikan kesadaran tentang batasan pemanfaatan sumber daya alam dan pemeliharaan lingkungan sekitar. Dengan dibutuhkannya keadilan bagi aspek sosial, ekonomi dan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan kebutuhan di masa mendatang.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal mencangkup cara kerja Bank Sampah, peran pemerintah dan masyarakat, peran Bank Sampah dalam pembangunan berkelanjutan.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa paparan pembahasan dalam bentuk narasi yang diperoleh dari wawancara dan observasi data yang sudah ada.

Berdasarkan hasil analisis data, didapatkan empat kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, Bank Sampah mengolah sampah anorganik dengan pengkatagorian sampah, penghancuran, pencucian dan pengeringan dengan alat khusus untuk dijadikan bahan baku menjadi barang baru dan kerajinan, sampah organik di TPA dijadikan sebagai pupuk kompos dan gas metan. Sampah yang disetorkan oleh nasabah akan dihargai dalam bentuk materi yang dapat ditabung di Bank Sampah. Kedua, masyarakat sangat berperan aktif dalam program Bank Sampah meliputi partisipasi pelestarian lingkungan hidup, tahap perencanaan sistem pengolahan 3R, implementasi sistem pengolahan, monitoring dan evaluasi. Sebagian masyarakat dan industri telah membiasakan diri untuk memilah sampah organik dan anorganik, serta menyetorkan sampah anorganik ke Bank Sampah untuk diolah kembali. Ketiga, Bank Sampah sangat berperan penting dalam pembangunan berkelanjutan dengan memberikan dapak positif jangka panjang bagi kegiatan lingkungan, sosial dan ekonomi masyarakat. Keempat, pendekatan yang digunakan yaitu secara partisipatif terhadap masyarakat yang melibatkan masyarakat dalam mekanisme Bank Sampah. Sedangkan pemerintah berperan sebagai fasilitator, pengarah dan pemberian kebijakan dalam pemecahan masalah. Sehingga tercipta hubingan erat antara masyarakat dengan pemerintah secara terus menerus.