SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pemanfaatan Museum Trinil sebagai Sumber Belajar Sejarah Kelas X di SMAN 1 Kedunggalar Kabupaten Ngawi

Ahyana Fatuh Eza Robin

Abstrak


ABSTRAK

Robin, Ahyana Fatih Eza. 2016. Pemanfaatan Museum Trinil sebagai Sumber Belajar Sejarah Kelas X di SMA Negeri 1 Kedunggalar Kabupaten Ngawi. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing I: Drs. Slamet Sujud Purnawan Jati, M.Hum., Pembimbing II: Drs. Mashuri, M.Hum.

Kata Kunci: pemanfaatan, Museum Trinil, sumber belajar

Museum Trinil merupakan situs paleoantropologi yang terletak di Kabupaten Ngawi. Museum Trinil menyimpan berbagai macam koleksi peninggalan kehidupan masa prasejarah. Benda-benda koleksi Museum Trinil relevan dengan materi yang diajarkan pada kelas X C SMA Negeri 1 KedunggalarKabupaten Ngawi. Melalui benda-benda koleksi Museum Trinil tersebut, siswa akan lebih mudah dalam memahami dan merekonstruksi kehidupan pada masa prasejarah. Selain itu, jarak tempuh antara SMA Negeri 1 Kedunggalar dengan Museum Trinil cukup dekat sehingga kegiatan pembelajaran akan lebih efektif. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui karakteristik Museum Trinil sebagai sumber belajar sejarah. Menjelaskan pemanfaatan Museum Trinil sebagai sumber belajar sejarah pada Kelas X di SMAN I KedunggalarKabupaten Ngawi.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi yang digunakan dalam penelitian ini ialah SMANegeri 1 Kedunggalar dan Museum Trinil. Sumber data dalam penelitian ini ialah guru sejarah,siswa, dan petugas Museum Trinil. Instrumen utama ialah peneliti sedangkan instrumenpenunjangialahpedomanobservasi, pedomanwawancara, lembarobservasi, danlembarsoal. Analisis data meliputi data reduction, data display, dan conclusion. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi teknik. Tahap penelitian terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan, dan penyusunan laporan hasil penelitian.

Hasil dari penelitian ini dibagi dalam dua kategori yang pertama yaitu karakteristik Museum Trinil sebagai sumber belajar sejarah. Museum Trinil memamerkan berbagai macam koleksi di antaranya fosil hewan, fosil tumbuhan, peralatan masa prasejarah, dan replika fosil manusia purba dari berbagai daerah. Benda-benda koleksi Museum Trinil relevan dengan materi kelas X C SMA Negeri 1 Kedunggalar pada kompetensi dasar menganalisis kehidupan awal masyarakat Indonesia. Selain itu, disediakan pula jasa pemandu yang bertugas menyampaikan informasi tentang Museum Trinil.

Kedua, kegiatan pemanfaatan Musuem Trinil sebagai sumber belajar sejarah kelas X C SMA Negeri 1 Kedunggalar. Metode yang digunakan ialah karyawisata serta ceramah. Kegiatan pembelajaran pada museum disampaikan oleh pemandu Museum Trinil. Setelah kegiatan pembelajaran selesai, siswa diinstruksikan untuk mengerjakan soal post-test sebagai bahan evaluasi. Hasil pengamatan aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran di Museum Trinil menunjukkan bahwaaspek persiapan dan perhatian memeroleh skor sebesar 78 poin. Sedangkan aspek ketepatan memeroleh skor sebesar 41 poin. Pada kegiatan evaluasi, rata-rata skor yang diperoleh siswa ialah sebesar 8,5. Hal tersebut menunjukkan bahwa Museum Trinil dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah dengan sangat baik.

Faktor penunjang dilaksanakannya kegiatan pembelajaran di Museum Trinil ialah relevansi koleksi Museum Trinil dengan materi pembelajaran kelas X C SMA Negeri 1 Kedunggalar. Jarak antara SMA Negeri 1 Kedunggalar dengan Museum Trinil yang dekat dan ekonomis.Selain itu, pemberian informasi dari pemandu Museum Trinil yang cukup jelas dan tersedianya papan informasi yang dapat menambah pengetahuan siswa.

Faktor penghambat dilaksanakannya kegiatan pembelajaran di Museum Trinil ialah pengondisian siswa yang belum maksimal. Display pameran benda-benda koleksi Museum Trinil belum tertata. Kelengkapan informasi dari koleksi Museum Trinil yang belum menyeluruh. Selain itu, tidak tersedianya buku yang berisi tentang koleksi Museum Trinil.