SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Model Pembelajaran Jigsaw Terhadap Keaktifan Belajar Siswa SMA Negeri 1 Kauman Tulungagung

Ajar Wahyu Jati

Abstrak


ABSTRAK

 

Jati, Ajar Wahyu. 2016.  Pengaruh Model Pembelajaran Jigsaw Terhadap Keaktifan Belajar Siswa SMA Negeri 1 Kauman Tulungagung. Skripsi. Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. I Wayan Legawa, M.Si. (II) Drs. Marsudi, M.Hum.

Kata kunci: Model pembelajaran Jigsaw, Keaktifan belajar

Keaktifan siswa dalam belajar menjadi faktor penting dalam pembelajaran, karena jika dalam pembelajaran siswa cenderung pasif, maka pembelajaran dirasa kurang maksimal. Model pembelajaran Jigsaw merupakan salah satu dari sekian banyak model pembelajaran koopertif, dimana model jigsaw dapat digunakan untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah untuk menguji bagimana pengaruh penerapan model pembelajaran jigsaw terhadap keaktifan belajar siswa. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh dari penerapan model pembelajaran jigsaw terhadap keaktifan belajar siswa. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Kauman, Tulungagung tahun ajaran 2016/2017.

Peneltian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasai experiment) dengan desain penelitian Non-Equivalent Posttest-Only Control Design. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah keaktifan belajar dan variable bebasnya adalah model pembelajaran Jigsaw. Intrumen pengukuran keaktifan belajar siswa menggunakan lembar observasi. Hasil pengukuran berupa data yang selanjutnya dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney dengan bantuan program IBM SPSS 23.0 for Windows.

Hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa keaktifan belajar siswa kelas XI IPS 4 sebagai kelas eksperimen lebih menonjol pada indikator terlibat, bekerjasama dan berpartisiasi dengan nilai 43 termasuk kategori cukup aktif sedangkan indikator sering bertanya, menemukan dan memecahkan masalah, mengemukakan gagasan dan mempertanyakan gagasan termasuk dalam kategori tidak aktif. Pada kelas XI IPS 3 sebagai kelas kontrol, kelima indikator termasuk dalam kategori tidak aktif.  Hasil perhitungan analisis non parametric menggunakan uji Mann-Whitney diperoleh data p-level lebih kecil dari 0,05 (p