SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perkembangan Bus Kota DAMRI di Surabaya Tahun 1975-1989 dan Nilai Pendidikannya

ALIN WIYUDHA PERMANA

Abstrak


Transportasi merupakan salah satu bentuk sarana perhubungan yang penting dalam kehidupan manusia. Kebutuhan akan transportasi yang memadahi dan layak akan terus meningkat seiring dengan perkembangan zaman dan ragam kebutuhan itu sendiri.  Perkembangan angkutan umum di kota Surabaya dimulai pada zaman kolonial dan berkembang hingga tahun 1989. Pada tahun 1975 muncul bus kota DAMRI di Surabaya yang bekerjasama dengan pemerintah kota Surabaya. Perkembangan transportasi di kota Surabaya sangat menarik untuk dibahas fokus pada pembahasan tentang perkembangan bus kota DAMRI di kota Surabaya.

Dari latar belakang di atas rumusan masalahnya adalah: Bagaimanakah sejarah bus kota DAMRI di Surabaya? (2) Bagaimanakah perkembangan bus kota DAMRI di Surabaya 1975-1989? (3) Apakah dampak sosial-ekonomi berdirinya bus kota DAMRI di Surabaya dan nilai pendidikannya?

Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah meliputi pemilihan topic, heuristik (pengumpulan sumber), verifikasi (kritik sumber) meliputi kritik intern dan kritik ekstern, interpretasi, dan historiografi.

Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah pada tahun 1975 pemerintah kota Surabaya bekerja sama dengan PERUM DAMRI meluncurkan bus kota pada tahun 1975. Awal peluncurannya hanya memiliki 3 trayek dan dilayani oleh 20 armada bus kota. Tahun 1976 bertambah 50 bus dan 1978 menjadi 92 bus. Perbaikan kinerja dilakukan DAMRI untuk memenuhi permintaan masyarakat. Pada tahun 1982 DAMRI meluncurkan bus tingkat dan patas. Pada tahun 1989 bus tingkat berhenti beroperasi di Surabaya dan trayeknya diganti dengan bus biasa.

Rute bus kota yang pada awal peluncurannya hanya 3 trayek kemudian bertambah. Tahun 1981 meluncurkan 5 trayek bus tingkat. Pada tahun 1982 bertambah lagi dengan 2 trayek bus tingkat baru dan 1 trayek bus patas. Kemudian tahun 1983 DAMRI kembali meluncurkan 3 jalur trayek baru. Harga karcis bus kota sering juga berubah-ubah karena melonjaknya harga bahan bakar minyak.

Respon masyarakat terhadap adanya bus kota juga bervariasi. Ada yang setujuada pula yang tidak setuju. Masyarakat yang setuju mengatakan rutenya bisa melewati tengah kota dan daya angkutnya besar, sedangkan masyarakat yang tidak setuju lebih mengoptimalkan bemo. Bus kota DAMRI memonopoli transportasi di kota Surabaya. Akibatnya sopir bemo mengadakan demo karena trayeknya digantikan oleh bus kota. Bemo lyn A yang beroperasi lewat jalur tengah dihapus dan juga dilakukan penertiban dengan cara pelarangan bemo dan becak beroperasi di tengah kota. Nilai pendidikan yang terkandung dalam penelitian ini adalah pendidikan karakter. Nilai pendidikan karakter tersebut adalah jujur, toleransi, mandiri, tanggung jawab, kerja keras dan disiplin. Bagi peneliti selanjutnya yang tertarik mengkaji tentang sejarah transportasi, dapat mengkaji aspek lain yang berkaitan dengan perkembangan bus kota DAMRI di kota Surabaya, baik dari perkembangan sistem transportasinya maupun perkembangan sarana dan prasarana yang mendukung.