SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH EROPA TERHADAP PERKEMBANGAN MODE BUSANA HARIAN WANITA DI JAWA 1870-1942

Elif Rahmayanti

Abstrak


ABSTRAK

 

Rahmayanti, Elif. 2016. Pengaruh Eropa Terhadap Perkembangan Mode Busana Harian Wanita di Jawa 1870-1942. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dra. Yuliati, M.Hum

 

Kata Kunci: Busana Harian, Pengaruh Eropa, Wanita, Jawa.

Busana merupakan sebuah kebutuhan dasar bagi setiap wanita. Busana dipakai sebagai alat untuk menunjukkan status sosial, terutama dalam hal busana harian yang dianggap sebagai kebutuhan rutin mereka. Kedatangan bangsa Barat terutama Belanda di Jawa mempunyai andil dalam mempengaruhi perkembangan mode busana harian wanita di Jawa. Namun, pembahasan mengenai busana harian ini kurang mendapat perhatian dalam historiografi Indonesia. Sebagian besar topik yang di bahas berkaitan dengan makna dan fungsi busana dalam peristiwa-peristiwa khusus seperti peristiwa ritual. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan agar bisa menggambarkan pengaruh Eropa terhadap perkembangan mode busana harian wanita di Jawa 1870-1942.

Rumusan masalah dalam penelitian ini yakni: (1) Bagaimana kondisi sosial budaya Jawa (1870-1942); (2) Bagaimana awal perkembangan mode busana harian wanita di Jawa; (3) Bagaimana pengaruh Eropa terhadap perkembangan mode busana harian wanita di Jawa pada tahun1870-1942. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yang meliputi pemilihan topik, heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Kajian pustaka merupakan hal utama yang digunakan dalam penelitian ini.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kondisi sosial-budaya masyarakat Jawa dalam kurun waktu 1870-1942 memiliki struktur sosial yang membedakan setiap masyarakatnya berdasarkan pada kedudukan dalam sistem birokrasi dan kemampuan dalam hal ekonomi. Terjadinya kontak antara masyarakat pribumi dan Eropa memunculkan sebuah budaya baru yang dikenal dengan sebutan budaya Indis. (2) Pengaruh Hindu-Budha serta Islam memunculkan anggapan baru mengenai fungsi berbusana. (3) Pengaruh gaya berbusana Eropa masuk melalui berbagai cara, yakni melalui lembaga pendidikan Belanda, industrialisasi dan berkembangnya media massa. Masuknya pengaruh Eropa terhadap perkembangan mode busana harian wanita di Jawa berdampak pada perubahan nilai-nilai tradisi masyarakat Jawa dalam hal berbusana. Pada sisi yang lain, dengan masuknya pengaruh Eropa menjadikan mode busana harian wanita di Jawa lebih beragam dan tidak membatasi mereka dalam bergerak maupun beraktifitas.

Berdasarkan penelitian ini disanrankan untuk penelitian selanjutnya mengenai mode busana harian wanita Eropa terutama mengenai penggunaan pakaian tidur. Kemudian mengenai eksistensi busana harian wanita Eropa setelah Belanda meninggalkan pulau Jawa, yakni pada masa pemerintahan Jepang hingga masa kemerdekaan. Diharapkan pada penelitian selanjutnya mampu mengkaji apakah mode busana harian wanita Eropa masih dikenakan oleh wanita di Jawa meskipun Belanda tidak lagi menjadi penguasa, dan bagaimana perkembangan mode busana harian wanita di Jawa pada masa pemerintahan Jepang.