SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengelolaan Air Bersih di Kota Malang Tahun 1912-1942

Efa Wahyu Puspita

Abstrak


ABSTRAK

 

Puspita, Efa Wahyu. 2016. Pengelolaan Air Bersih di Kota Malang Tahun 1912-1942. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. R. Reza Hudiyanto, M.Hum.

 

Kata Kunci: pengelolaan, air bersih, Kota Malang.

Pengelolaan air bersih yang baik merupakan salah satu aspek yang mengiringi perkembangan kota-kota modern di Indonesia yang terjadi pada masa kolonial Belanda. Infrastruktur air bersih perkotaan merupakan suatu kewajiban yang harus dipenuhi oleh pemerintah ketika kota tersebut mulai berkembang. Namun, masalah air ini masih disisihkan dalam historiografi Indonesia. Sebagian besar topik yang di bahas berkaitan dengan penggunaan ruang perkotaan serta aspek sosialnya. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan agar bisa menggambarkan pengelolaan air bersih yang baik di Kota Malang pada periode pemerintahan Hindia Belanda yaitu tahun 1912-1942.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menggambarkan beberapa hal terkait pemanfaatan dan pengelolaan air di Malang. Yaitu mencakup perkembangan pemanfaatan air di Afdeling Malang pada tahun 1870-1914, pengelolaan air bersih pada tahun 1914-1942 serta dampak dari instalasi air bersih terhadap fasilitas dan penduduk kota.

Penelitian ini menggunakan metode historis yang meliputi lima tahapan, yaitu pemilihan topik, heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Berdasarkan hasil analisis data-data yang penulis gunakan, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, kondisi geografis wilayah Malang menjadi daya dukung perkembangan Malang menjadi kota dan kawasan pemukiman Eropa yang kemudian berdampak pada modernisasi fasilitas kota. Kedua, pengeloaan air bersih dilakukan melalui pembentukan waterleidingbedrijf yang merupakan dampak dari desentralisasi dan pembentukan Malang sebagai gemeente. Ketiga, pengelolaan air bersih berdampak pada perubahan nilai-nilai higienis  bagi kehidupan penduduk yang sebelumnya memanfaatkan air sungai dan sumur yang kurang bersih serta berdampak pula terhadap fasilitas kota seperti hotel dan tempat pengolahan makanan. 

Penelitian ini sangat jauh dari kesempurnaan. Pembahasan dari dampak adanya fasilitas air bersih ini kurang mendalam dan masih merupakan gambaran umum. Peneliti menyarankan agar permasalahan tersebut diangkat dalam penelitian-penelitian selanjutnya.