SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Modul Masjid Agung Blitar Berbasis Sejarah Lokal pada Materi Pokok Perkembangan Kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia Kelas X di SMAN 1 Garum

Anang Setyono

Abstrak


ABSTRAK

Setyono, Anang. 2016. Pengembangan Modul Masjid Agung Blitar Berbasis Sejarah Lokal pada Materi Pokok Perkembangan Kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia Kelas X di SMAN 1 Garum. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Deny Yudo Wahyudi, S.Pd., M.Hum. (II) Drs. Slamet Sujud Purnawan Jati, M.Hum.

Kata kunci: pengembangan, modul, masjid, Islam.

Matapelajaran sejarah merupakan pelajaran yang memiliki kesan hafalan. Hal ini seringkali tidak disukai dan membuat pelajaran sejarah tidak menarik bagi sebagian besar peserta didik. Ditambah lagi sejarah yang merupakan matapelajaran yang mempelajarimasa lalu yang masa kini tidak dapat peserta didik temui kembali. Oleh karena itu keberadaan bahan ajar dalam sebuah proses belajar mengajar sangatlah penting. Modul merupakan bahan ajar yang menarik selain itu bisa digunakan kapan saja. Berdasarkan pertimbangan tersebut penulis melakukan penelitian dan pengembangan bahan ajar dengan tujuan menghasilkan sebuah produk bahan ajar modul berbasis sejarah lokal pada materi perkembangan kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia sebagai buku penunjang pembelajaran untuk peserta didik SMA/MA kelas X matapelajaran sejarah Indonesia.Modul ini dikembangkan untuk matapelajaran sejarah Indonesia kelas X, dengan materi warisan kebudayaan Islam berupa masjid, yang terdapat pada KD 3.8.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan menghasilkan modul Perkembangan Masjid Agung Blitar dalam pembelajaran sejarah materi pokok perkembangan kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia untuk siswa kelas X SMA Negeri 1 Garum. Selain itu juga untuk mengetahui efektivitas modul Perkembangan Masjid Agung Blitar dalam pembelajaran sejarah materi pokok perkembangan kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia untuk siswa kelas X SMA Negeri 1 Garum.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan menurut Sugiyono. Metode ini memiliki sepuluh tahap, namun dalam penelitian ini hanya digunakan sembilan tahap yaitu: (1) potensi dan masalah; (2) mengumpulkan informasi; (3) desain produk; (4) validasi desain; (5) perbaikan desain; (6) uji coba produk; (7) revisi produk; (8) uji coba pemakaian; dan (9) revisi produk. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa lembar validasi ahli materi dan ahli media, serta angket respon peserta didik.

Penelitian dan pengembangan bahan ajar ini mengembangkan modul yang mengangkat materi Perkembangan Kerajaan Islam beserta warisannya berdasarkan Kompetensi Dasar 3.8 pada Kurikulum 2013. Modul ini dikembangkan dengan pendekatan sejarah berbasis sejarah lokal, agar peserta didik lebih antusias dan bersemangat dalam mempelajari sejarah. Selain itu juga disusun agar peserta didik mampu berpikir kritis dan belajar mandiri.Modul ini sangat efektif digunakan oleh siswa SMA/MA-sederajat. Berdasarkan hasil pengembangan modul Masjid Agung Blitar ini menunjukkan bahwa dengan diterapkannya modul Masjid Agung Blitar siswa dapat belajar secara mandiri dimana saja.

Modul Masjid Agung Blitar sangat membantu peserta didik dalam pembelajaran sejarah. Melalui penelitian yang telah dilakukan di kelas X SMAN 1 Garum ini diperoleh hasil dari validasi ahli materi sebesar 84,45% dan 96,67% dari hasil validasi ahli media. Sedangkan hasil dari angket respon peserta didik dan uji coba produk (kelompok kecil) sebesar 92% dan 85,5% dari hasil angket respon peserta didik pada uji coba pemakaian (kelompok besar). Modul ini sangat efisien digunakan pada kelas X di SMAN 1 Garum karena modul bisa digunakan dimana saja tanpa terfokus pada guru sebagai pusat pembelajaran.

ABSTRACT

Setyono, Anang. 2016. Module Development of TheGreat Mosque of Blitar Based on Local History In The Subject Matter of Developments of The Islamic Kingdoms in Indonesia in Class X of SMAN 1 Garum. Thesis, Department ofHistory, Faculty of Social Science, State University of Malang. Supervisor: (I) Deny Yudo Wahyudi, S.Pd, M. Hum., (II) Drs. Slamet Sujud Purnawan Jati, M. Hum.

 

Keywords: development, modules, mosque, Islam.

 

History lesson is a lesson that has the impression of rote. It is often preferred and make history lessons are not attractive to most learners. Plus history is a lesson that studying the past that today would not be able to meet learners back. Therefore, the existence of teaching materials in a learning process is very important. The module is an interesting teaching materials in addition it can be used anytime. Based on these considerations the author conducted research and development of teaching materials with the aim of producing a product module teaching materials based on the material development of the local history kingdoms of Islam in Indonesia as supporting book learning, for students SMA/MA classes X History of Indonesian subjects. This module was developed for Indonesian history lesson grades X, the material Islamic cultural heritage in the form of mosques, which are at KD 3.8.

This research was conducted with the aim of producing modules Blitar development of the Grand Mosque in learning the history of the subject matter of the development of Islamic kingdoms in Indonesia for grade X SMAN 1 Garum. It is also to examine the effectiveness of the Agung Blitar Mosquemodule development history teaching the subject matter of the development of Islamic kingdoms in Indonesia for grade X SMAN 1 Garum.

The method used in this study is a research and development according to Sugiyono. This method has ten stages, but in this study only used nine stages: (1) the potentials and problems; (2) gather information; (3) the design of the product; (4) design validation; (5) improvement of the design; (6) product trials; (7) the revision of the product; (8) utility testing; and (9) the revision of the product. Data collection instruments used in the form of expert validation sheet material and media experts, as well as the questionnaire responses of learners.

Research and development of teaching materials have developed a module that elevates the material development of Islamic kingdoms and their legacy by 3.8 Basic Competence in Curriculum 2013. This module was developed with history-based approach to local history, to make the students more enthusiastic and eager to learn the history. It is also structured so that learners are able to think critically and self-learning. This module is effectively used by high school students / MA-equivalent. Based on the results of the Agung Blitar Mosque module development shows that with the implementation of the moduleAgung Blitar Mosque students can learn independently anywhere.

Module Agung Blitar Mosquegreatly assist learners in the teaching of history. Through the research that has been done in grades X SMAN 1 Garum obtained the results of the validation subject matter experts for 84.45% and 96.67% of the results of expert validation media. While the results of the questionnaire responses of learners and product trials (small groups) of 92% and 85.5% from the questionnaire responses of students in trial use (large group). This module is very efficiently used in grades X SMAN 1 Garum because the module can be used anywhere without the focus on the teacher as a learning center.