SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Modul Masjid Agung Blitar Berbasis Sejarah Lokal pada Materi Pokok Perkembangan Kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia Kelas X di SMAN 1 Garum

Anang Setyono

Abstrak


Mata pelajaran sejarah merupakan pelajaran yang memiliki kesan hafalan. Hal ini seringkali tidak disukai dan membuat pelajaran sejarah tidak menarik bagi sebagian besar peserta didik. Ditambah lagi sejarah yang merupakan matapelajaran yang mempelajarimasa lalu yang masa kini tidak dapat peserta didik temui kembali. Oleh karena itu keberadaan bahan ajar dalam sebuah proses belajar mengajar sangatlah penting. Modul merupakan bahan ajar yang menarik selain itu bisa digunakan kapan saja. Berdasarkan pertimbangan tersebut penulis melakukan penelitian dan pengembangan bahan ajar dengan tujuan menghasilkan sebuah produk bahan ajar modul berbasis sejarah lokal pada materi perkembangan kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia sebagai buku penunjang pembelajaran untuk peserta didik SMA/MA kelas X matapelajaran sejarah Indonesia.Modul ini dikembangkan untuk matapelajaran sejarah Indonesia kelas X, dengan materi warisan kebudayaan Islam berupa masjid, yang terdapat pada KD 3.8.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan menghasilkan modul Perkembangan Masjid Agung Blitar dalam pembelajaran sejarah materi pokok perkembangan kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia untuk siswa kelas X SMA Negeri 1 Garum. Selain itu juga untuk mengetahui efektivitas modul Perkembangan Masjid Agung Blitar dalam pembelajaran sejarah materi pokok perkembangan kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia untuk siswa kelas X SMA Negeri 1 Garum.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan menurut Sugiyono. Metode ini memiliki sepuluh tahap, namun dalam penelitian ini hanya digunakan sembilan tahap yaitu: (1) potensi dan masalah; (2) mengumpulkan informasi; (3) desain produk; (4) validasi desain; (5) perbaikan desain; (6) uji coba produk; (7) revisi produk; (8) uji coba pemakaian; dan (9) revisi produk. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa lembar validasi ahli materi dan ahli media, serta angket respon peserta didik.

Penelitian dan pengembangan bahan ajar ini mengembangkan modul yang mengangkat materi Perkembangan Kerajaan Islam beserta warisannya berdasarkan Kompetensi Dasar 3.8 pada Kurikulum 2013. Modul ini dikembangkan dengan pendekatan sejarah berbasis sejarah lokal, agar peserta didik lebih antusias dan bersemangat dalam mempelajari sejarah. Selain itu juga disusun agar peserta didik mampu berpikir kritis dan belajar mandiri.Modul ini sangat efektif digunakan oleh siswa SMA/MA-sederajat. Berdasarkan hasil pengembangan modul Masjid Agung Blitar ini menunjukkan bahwa dengan diterapkannya modul Masjid Agung Blitar siswa dapat belajar secara mandiri dimana saja.

Modul Masjid Agung Blitar sangat membantu peserta didik dalam pembelajaran sejarah. Melalui penelitian yang telah dilakukan di kelas X SMAN 1 Garum ini diperoleh hasil dari validasi ahli materi sebesar 84,45% dan 96,67% dari hasil validasi ahli media. Sedangkan hasil dari angket respon peserta didik dan uji coba produk (kelompok kecil) sebesar 92% dan 85,5% dari hasil angket respon peserta didik pada uji coba pemakaian (kelompok besar). Modul ini sangat efisien digunakan pada kelas X di SMAN 1 Garum karena modul bisa digunakan dimana saja tanpa terfokus pada guru sebagai pusat pembelajaran.