SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Sejarah di SMAN 1 Dringu Kelas XI Berdasarkan Kurikulum 2013

Luqman habibullah

Abstrak


Pemerintah saat ini tengah menyusun dan memperbaiki sistem pendidikan yang ada. Salah satunya adalah mengimplementasikan Kurikulum 2013 ke berbagai sekolah yang ada di Indonesia. Kurikulum 2013 sendiri merupakan kurikulum yang berbasis karakter. Jadi tidak hanya membangun kompetensi peserta didik saja melainkan membangun karakter peserta didik. Penerapan pendidikan  karakter tidak lepas dari persoalan bagaimana cara sekolah menerapkan pendidikan karakter tersebut pada peserta didik dan bagaimana cara sekolah untuk mengintegrasikannya dalam suatu pembelajaran. Penerapanpendidikan karakter dalam pembelajaran tidak lepas dari peran guru yang membimbing peserta didik tersebut di dalam kelas. Oleh karena itu pimpinan SMAN 1 Dringu selalu mengingatkan para guru agar menerapkan pendidikan karakter dalam pembelajaran yang mereka lakukan.

Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana penerapan pendidikan karakter di SMAN 1 Dringu?, (2) Bagaimana penerapan pendidikan karakter dalam pembelajaran sejarah kelas XI berdasarkan kurikulum 2013?

Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan penerapan pendidikan karaker di SMAN 1 Dringu, (2) Mendeskripsikan penerapan pendidikan karakter dalam pembelajaran sejarah kelas XI berdasarkan Kurikulum 2013.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dan jenis penelitiannya adalah deskriptif. Informannya adalah Kepala Sekolah SMAN 1 Dringu, Guru Sejarah SMAN 1 Dringu, dan siswa kelas XI SMAN 1 Dringu. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan: (a) Reduksi data, (b) Penyajian data, (c) mengambil kesimpulan dan verivikasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Penerapan pendidikan karakter di SMAN 1 Dringu dilakukan di luar dan di dalam kelas. Penerapan yang dilakukan di luarkelas ialah melalui kegiatan-kegiatan sekolah, peraturan yang dibuat sekolah, kegiatan ekstrakulikuler yang ada disekolah. Penerapan pendidikan karakter yang dilakukan di dalam kelas dilakukan dengan mengintegerasikannya pada setiap mata pelajaran. Jadi guru diminta tidak hanya membangun kompetensi peserta didik melainkan juga membangun karakter peserta didik, (2) Penerapan pendidikan karakter dalam pembelajaran sejarah kelas XI berdasarkan Kurikulum 2013 dilakukan melalui materi sejarah. Dimana pada matari sejarah Eropa guru menanamkan tiga nilai karakter yaitu tanggung jawab, rasa ingin tahu, dan cinta damai. Cara guru dalam menerapkan karakter tersebut dengan mengajak siswa untuk berfikir kritis saat pembelajaran. Metode yang digunakan guru saat mengajar ialah ceramah dan diskusi. Meskipun tiga karakter tersebut belum nampak maksimal tetapi guru sudah berusaha dengan semaksimal mungkin menerapkan pendidikan karakter pada siswa melalui materi sejarah.

Saran dalam penelitian ini ialah: (1) Bagi kepala sekolah lebih perhatian memberikan peran lebih guna melancarkan penerapan  pendidikan karakter di SMAN 1 Dringu. Selain itu sebagai kepala sekolah disarakan untuk lebih memperhatikan para tenaga pendidik, apakah mereka benar-benar menerapkan pendidikan karakter atau tidak, (2) Bagi para tenaga pendidik untuk lebih berkreatif dalam pembelajaran. Selain itu tugas mereka tidak hanya menyampaikan materi saja melainkan juga harus menerapkan nilai-nilai karakter dalam pembelajaran serta harus memberi contoh-contoh yang baik bagi siswa, (3) Bagi mahasiswa baik jurusan sejarah maupun dari jurusan lain jika ingin meneliti dengan tema penerapan pendidikan karakter berdasarkan Kurikulum 2013 lebih lanjut diharapkan dapat meneliti lebih detail dan juga lebih rinci. Terutama pada dampak dari penerapan pendidikan karakter ini.