SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

“DAMPAK GREEN HISTORY DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENUMBUHKAN KESADARAN PENTINGNYA BENGAWAN SOLO BAGI SISWA KELAS XI-IPS 2 SMA NEGERI 3 BOJONEGORO”

Heny Nur Aisyah

Abstrak


ABSTRAK

Aisyah Heny Nur. 2016. Dampak Green History dalam Pembelajaran Sejarah Melalui Pendekatan Kontekstual untuk Menumbuhkan Kesadaran Pentingnya Bengawan Solo dalam Kehidupan Bagi Siswa Kelas XII-IPS 2 SMA Negeri 3 Bojonegoro.Skripsi, Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Yuliati, M.Hum, (2) Dr. JokoSayono, M,Pd, M.Hum.

Kata Kunci: Green history, Pendekaankontekstual, Bengawan Solo.

            Pelaksanaan penelitian ini dilator belakangi karena kurangnya kesadaran siswa mengenai pentingnya Bengawan Solo dalam kehidupan. Hal itu ditunjukkan dengan sikap kebanyakan siswa SMA Negeri 3Bojonegoro yang belum membuang sampah pada tempatnya. Peneliti juga memberikan test awal terhadap siswa kelas XI-IPS 2 terkait Bengawan Solo untuk mengukur pemahaman dan kesadaran siswa terhadap pentingnya Bengawan Solo. Berdasarkan test awal menunjukkan 4 dari 26 siswa yang sudah memiliki kesadaran dengan memberikan jawaban bahwaBengawan Solo menjadi sumber penghasilan masyarakat. Melihat dari hasil test awal tersebut maka perlu diterapkannya green history dalam pembelajaran melalui pendekatan kontekstual untuk menumbuhkan kesadaran siswa mengenai pentingnyaBengawan Solo.

            Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif eksploratif. Subjek penelitian ini ialah siswa kelas XI-IPS 2 SMA Negeri 3 Bojonegoro dengan jumlah 26 siswa. Prosedur pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, observasi, test dan dokumentasi.

            Berdasarkan dari hasil penelitianmenunjukkanadanya suatu perubahanyang ditunjukan siswa berdasarkan hasil test .Pada test awal dari 26 siswa menunjukkan 15 siswa masuk dalam hierarki pengetahuan pada test akhir terdapat 5 siswa dalam hierarki pengetahuan. Pada test awal terdapat 7 siswa masuk hierarki pemahaman sedangkan pada test akhir terdapat 6 siswa. Perubahan  yang cukup pesat terdapat pada hierarki penerapan, pada test awal hanya terdapat 4 siswa sedangkan pada test akhir menunjukkan 15dari 26 siswa siswa dalam hierarki penerapan. Hal itu menunjukkan meningkatnya jumlah siswa yang mempunyai pemikiran bahwaBengawan Solo memiliki nilai penting dalam kehidupan.Guru seharusnya tidak hanya terfokus pada penyampaian materi saja, akan tetapi guru juga diharapkan untuk dapat mengkaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari mengingat kurangnya kepedulian siswa terhadap lingkungan. Penggunaan green history dalam pembelajaran sejarah adalah salah satu cara untuk menumbuhkan kesadaran siswa mengenai pentingnya rasa peduli terhadap lingkungan dan hidup selaras dengan alam.