SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peningkatan Pemahaman Pemfaktoran Bentuk Aljabar Melalui Pemanfaatan Ubin Aljabar Siswa Kelas VIII SMPN 2 Ponorogo Tahun Ajaran 2009/2010

ERMA ERFIANTI

Abstrak


ABSTRAK
 
Erfianti, Erma. 2009. Peningkatan Pemahaman Pemfaktoran Bentuk Aljabar
Melalui Pemanfaatan Ubin Aljabar Siswa Kelas VIII SMPN 2 Ponorogo
Tahun Ajaran 2009/2010. Skripsi, Jurusan Matematika FMIPA Universitas
Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Drs. Gatot Muhsetyo, M.Sc. dan (II)
Drs. Erry Hidayanto, M.Si.
 
Kata kunci: pemahaman matematika, pemfaktoran bentuk aljabar, ubin aljabar
 
Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan langkah-langkah
pembelajaran matematika dengan pemanfaatan ubin aljabar yang meningkatkan
pemahaman pemfaktoran bentuk aljabar.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yang
dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian dilakukan di SMP Negeri
2 Ponorogo pada bulan Agustus sampai dengan September 2009 mengambil dua
pokok bahasan yaitu materi pemfaktoran aljabar bentuk ax
2
+bx+c dengan a = 1
pada tindakan I dan materi pemfaktoran aljabar bentuk ax
2
+bx+c dengan a 1
dan  a 0 pada tindakan II.
Bardasarkan Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa langkah-
langkah pembelajaran matematika dengan pemanfaatan ubin aljabar dapat
meningkatkan pemahaman pemfaktoran bentuk aljabar. Penelitian menggunakan
tahap belajar teori Bruner diawali dengan tahap enaktif yaitu memanipulasi ubin
aljabar untuk menyelesaikan permasalahan pemfaktoran aljabar bentuk ax
2
+bx+c
dilanjutkan dengan tahap ikonik yaitu menggunakan gambar ubin aljabar untuk
menyelesaikan permasalahan pemfaktoran bentuk ax
2
+bx+c kemudian tahap
simbolik yaitu tahap menggeneralisasikan pemfaktoran aljabar bentuk ax
2
+bx+c
dari menggunakan ubin aljabar menjadi bentuk simbol dan diakhiri dengan tes
akhir tindakan. 
Peningkatan pemahaman ditunjukkan oleh adanya peningkatan rata-rata
skor tes akhir tindakan (rata-rata skor tes akhir tindakan I adalah 87,5 dan rata-rata
skor tes akhir tindakan II adalah 89,25) dan ketuntasan belajar siswa (tindakan I
adalah 92,5% dan tindakan II adalah 97,5%). Hal tersebut diperkuat dengan hasil
observasi aktivitas siswa masuk dalam kategori “Baik” dan hasil observasi
aktivitas guru masuk dalam kategori “Sangat Baik” pada tindakan I dan hasil
observasi aktivitas siswa masuk dalam kategori “Sangat Baik” dan hasil observasi
aktivitas guru masuk dalam kategori “Sangat Baik” pada tindakan II.