SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS XII JURUSAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN (TKJ) PADA MATA PELAJARAN IPS DI SMKN 1 GLAGAH BANYUWANGI

DEKA CANDRA NAING FALA

Abstrak


ABSTRAK

 

Candra, Deka. 2009. Penerapan Model  Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas XII Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) pada Mata Pelajaran IPS di SMKN 1 Glagah Banyuwangi. Skripsi, Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. I Wayan Legawa, M. Si., (II) Drs. Nur Hadi, M. Pd, M. Si.

 

Kata kunci: Penerapan, PBL, Motivasi, IPS, SMK.

 

            Usaha pemerintah dalam peningkatan mutu pendidikan, menjadi indikator utama bagi lembaga-lembaga pendidikan, tidak terkecuali Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melalui peningkatan kinerja dan profesionalitas dalam proses pembelajaran. Tuntutan kualitas SDM dan prestasi siswa menjadi indikator keberhasilan proses pembelajaran. Di sisi lain, muncul beberapa masalah yang dapat menghambat tujuan tersebut. Salah satunya adalah kurangnya motivasi siswa di SMK khususnya ketika mengikuti pelajaran IPS.

            Salah satu usaha untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan penerapan model Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan motivasi siswa. Upaya perbaikan pembelajaran dengan memberikan kesempatan siswa untuk aktif dalam kegiatan belajar di kelas. Tahap pembelajaran PBL adalah memfokuskan siswa dalam masalah, serta mangumpulkan, mencari dan menganalisis informasi atau data yang digunakan untuk menjawab permasalahan. Penyelesaian masalah dilakukan dengan diskusi kelompok dan kemudian dilakukan penyajian karya, serta diakhiri dengan analisis hasil pembelajaran.

            Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model Problem Based Learning (PBL). Dalam penerapannya terdapat dua siklus pembelajaran. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Data yang diperoleh berupa hasil pengamatan, observasi dan dokumentasi. Lokasi penelitian adalah di SMKN 1 Glagah Banyuwangi. Subjek penelitian  yaitu siswa kelas XII jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Dari hasil observasi ditemukan bahwa kurangnya motivasi siswa kelas XII jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) disebabkan oleh penerapan metode pembelajaran yang kurang efektif dalam meningkatkan motivasi siswa ketika mengikuti pelajaran IPS. Selain itu, suasana kelas yang gerah, dan energi siswa yang berkurang ketika jam pelajaran terakhir membuat siswa menjadi pasif dalam pembelajaran. Setelah penerapan model Problem Based Learning (PBL), siswa lebih termotivasi ketika mengikuti pelajaran IPS. Hal tersebut terlihat dari lima indikator motivasi yaitu Perhatian, Waktu Belajar, Usaha, Irama Perasaan, dan Penampilan. Dari hasil observasi dan dokumentasi, terjadi peningkatan lima indikator pada siklus I dan II. Peningkatan lima indikator motivasi pada siklus II lebih baik dibandingkan dengan siklus I.

Hal tersebut menunjukkan bahwa model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan motivasi siswa dalam mengikuti pelajaran IPS. Bertitik tolak dari temuan penelitian ini, terdapat beberapa saran untuk usaha peningkatan mutu pembelajaran di kelas, antara lain: guru harus mengupdete pengetahuan tentang perkembangan pendidikan sehingga guru mempunyai ketrampilan dan kemapuan profesional dalam memilih metode, pelaksanaan metode yang efektif, serta evaluasi pembelajaran untuk lebih meningkatkan motivasi serta kualitas pembelajaran di kelas. Para peneliti selanjutnya disarankan untuk lebih mendalami masalah yang muncul serta efektif dalam memilih dan melaksanakan metode pembelajaran yang telah ditentukan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas, yang kemudian dapat digunakan sebagai dasar tindakan selanjutnya dalam perencanaan tindakan kelas. Hasil penelitian selanjutnya diharapkan semakin memperkaya wacana yang dapat digunakan sebagai pengetahuan dan pelaksanaan penelitian tindakan kelas dengan tujuan meningkatkan kualitas dan mutu pembelajaran di kelas.