SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Biografi Soetran (1921-1987)

DANNY RIZKY ARIYANTO

Abstrak


ABSTRAK

 

Soetran merupakan salah satu tokoh nasional yang mampu mengukir prestasi. Sebagai seorang pemimpin daerah, ia mampu memimpin daerahnya dengan baik. Pada saat ia menjadi Bupati Trenggalek pada 1968, ia mampu menorehkan prestasi dengan diperolehnya penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha untuk Kabupaten Trenggalek pada tahun 1974. Oleh karena penghargan tersebut, ia diangkat menjadi Gubernur Irian Jaya oleh pemerintah pusat pada tahun 1975.

Masalah yang akan dikaji pada penelitian ini yaitu bagaimana riwayat hidup Soetran (1921-1987)?. Metode yang digunakan penelitian ini berupa metode sejarah yang meliputi heuristik  (pengumpulan sumber), kritik, berupa kritik ekstern dan kritik intern, interpretasi dan historiografi. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi sumber tertulis dan sumber lisan (oral history). Sumber tertulis merupakan sumber primer yang berwujud arsip dan dokumen dari masa pemerintahan Soetran. Selain itu, berupa pemberitaan dari majalah dan surat kabar dari masa kehidupan Soetran. Adapun sumber lisan merupakan kesaksian dari orang-orang yang pernah hidup bersama Soetran.

Penelitian biografi Soetran dapat diperoleh kesimpulan bahwa Soetran mempunyai riwayat hidup yang berliku. Ketika masa penjajahan Belanda, pendidikan formalnya sudah harus terhenti di kelas 4 Sekolah Rakyat (SD). Karena keadaan ayahnya yang buta, ia memutuskan untuk mencari pekerjaan. Pekerjaan seperti menjadi buruh tani dan hajatan pernah ia lakoni. Ia juga menjadi pemain ludruk keliling bersama teman-temannya sampai remaja. Ketika pendudukan Jepang di tahun 1942, ia menjadi tentara PETA (Pembela Tanah Air). Ketika PETA dibubarkan seiring kemerdekaan Indonesia, ia bergabung di Batalyon Tjipto. Pada 1960-1961 Soetran menjabat sebagai Komandan Batalyon Infanteri 511 dengan pangkat Kapten. Pada tahun 1963-1967 ia ditugaskan di Irian Jaya untuk pertama kalinya sebagai Residen Koordinator. Setelah bertugas di Irian Jaya, ia menjabat sebagai Komandan Distrik Militer 0806 Trenggalek dengan pangkat Mayor.

Soetran ditunjuk sebagai Bupati Trenggalek pada tahun 1968. Ia memberikan perubahan besar kepada daerah dan rakyat Trenggalek. Ia membuat program-program pembangunan yang berdampak besar dengan waktu yang relatif singkat. Akhirnya dengan kerja kerasnya di Trenggalek pada tahun 1974 Trenggalek mendapatkan penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha. Pada tahun 1975, Soetran kemudian ditunjuk oleh pemerintah pusat untuk menjadi gubernur di Irian Jaya. Program pembangunan yang ia canangkan di Irian Jaya hampir sama dengan program yang ia canangkan di Trenggalek. Soetran mundur sebagai gubernur pada tahun 1981. Ia kemudian menghabiskan masa tuanya di Jalan Manyar Sindaru IV/12 Surabaya. Karena penyakit kanker paru-paru stadium 3, Soetran meninggal dunia pada tahun 1987. Ia dikebumikan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Dukuh Kupang Surabaya secara militer.