SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2007

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Strategi Politik Sutan Sjahrir 1927-1947

Bustanul Kirom

Abstrak


ABSTRAK
Kirom, Bustanul. 2007. Strategi Politik Sutan Sjahrir 1927-1947. Skripsi,
Jurusan Sejarah Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Sastra Universitas
Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hariyono M.Pd.
(II) Najib Jauhari S.Pd, M.Hum.
Kata-kunci: Strategi, Politik, Sutan Sjahrir, 1927-1947.
Sjahrir adalah salah satu fenomena sejarah revolusi nasional Indonesia yang masih
banyak diperdebatkan. Sebagian menganggap bahwa Sjahrir adalah tokoh yang mampu
menyelamatkan bayi republik melalui jalan diplomasi. Sebagian lagi menganggap Sjahrir
dengan dibantu oleh Hatta telah menyelewengkan UUD 1945, dan berupaya untuk
menyingkirkan Soekarno dari kursi kepresidenan. Selain itu Sjahrir juga dianggap arsitek
yang membatasi kekuasaan Soekarno dan menentang kebijakan Soekarno untuk membuat
partai tunggal, dia mencetuskan sistem multi partai dan memperbesar kewenangan
parlemen. Ideologi Sosialis Demokrat yang didapat Sjahrir ketika menempuh pendidikan
di Belanda mempengaruhinya dalam strategi politik dan kebijakan yang dikeluarkannya
selama menjabat sebagai PerdanaMenteri.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah latar belakang
sosial - politik Sjahrir. (2) Bagaimanakah posisi Sjahrir pada masa penjajahan Belanda. (3)
Bagaimanakah posisi Sjahrir pada masa pendudukan Jepang sampai masa Proklamasi. (4)
Bagaimanakah kebijakan politik Sjahrir setelah Proklamasi. (5)Bagaimanakah kejatuhan
Sjahrir dari puncak perpolitikan Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk
mengetahui latar belakang sosial politik Sjahrir. (2) Untuk mengetahui posisi Sjahrir pada
masa penjajahan Belanda. (3) Untuk mengetahui posisi Sjahrir pada masa pendudukan
Jepang sampai masa Proklamasi. (4) Untuk mengetahui kebijakan politik Sjahrir setelah
Proklamasi. (5) Untuk mengetahui kejatuhan Sjahrir dari puncak perpolitikan Indonesia.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian historis dengan
pendekatan politik.Adapun langkah-langkah dari penelitian ini meliputi Heuristik, kritik,
interpretasi dan historigrafi. Sumber data dalam penelitian mengenai strategi politik
Sutan Sjahrir 1927-1947 adalah sumber tertulis berupa data-dataArsip, Koran yang
diterbitkan pada pada kurun waktu 1945-1947 , buku-buku karangan Sjahrir sebagai
sumber primer. Sumber sekunder dalam penelitian ini adalah buku-buku dan tulisan yang
relevan dengan permasalahan di atas.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Latar belakang sosial-politik Sjahrir
berpengaruh dalam menjalankan strategi politiknya, terutama pengalamannya ketika
belajar di Belanda. (2) Strategi politik Sjahrir pada masa penjajahan Belanda bersifat nonkooperatif,
yang mengakibatkan dia dibuang ke Digul dan kemudian dipindah ke Banda
Neira. (3) Strategi Sjahrir pada masa pendudukan Jepang masih bersifat non-kooperatif
yang ditandai dengan memimpin gerakan bawah tanah untuk melawan bahaya fasis. (4)
Strategi Sjahrir berubah pada masa pasca proklamasi, dia memilih untuk berunding
dengan Belanda. Strategi politik Sjahrir cukup sukses, terbukti dia mampu manjabat
sebagai PerdanaMenteri tiga kali berturut-turut. Kesuksesan Sjahrir juga tidak
terlepas dari peluang-peluang politik yang timbul saat itu. Kebijakan politik yang
dikeluarkan oleh Sjahrir selama menjadi PerdanaMenteri sebagian besar sesuai dengan
garis ideologinya yaitu Sosialis Demokrat, dia memilih jalur untuk diplomasi dari pada
perang fisik melawan Belanda. Kebijakan Sjahrir ini mendapatkan tantangan dari banyak
pihak, terutama mereka yang tidak se-aliran dengan Sjahrir. (5) Kabinet Sjahrir I jatuh
karena oposisi dari Persatuan Perjuangan yang dipimpin oleh TanMalaka yang
menginginkan kemerdekaan 100%. Kabinet Sjahrir II jatuh karena diculiknya Sjahrir oleh
pihak oposisi. Kabinet Sjahrir III jatuh karena mosi tidak percaya dari pihak oposisi dan
para pendukungnya terutama Sayap Kiri, yang berakibat memudarnya dukungan pada
Sjahrir. Sutan Sjahrir yang tidak lagi menjabat sebagai PerdanaMenteri kemudian
tersingkir dari arus utama perpolitikan Indonesia saat itu.

Teks Penuh: DOC PDF