SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PANDANGAN PEZIARAH TERHADAP KEWALIAN KH. ABDUL HAMID DARI PESANTREN SALAFIYAH PASURUAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENDIDIKAN KARAKTER MASYARAKAT

Setiawan .

Abstrak


ABSTRAK

 

Setiawan. 2014. Pandangan Peziarah Terhadap Kewalian Kyai Abdul Hamid Dari Pesantren Salafiyah Pasuruan dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Karakter Masyarakat. Skripsi, Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Siti Malikhah Towaf, M.A. Ph. D (II) Dr. H. Abdul Latif Bustami, M. Si.

 

Kata Kunci: Pandangan, Peziarah, Makam KH. Abdul Hamid, Wisata Religi, Kewalian,dan Pendidikan Karakter.

 

Kegiatan pariwisata tentu tidak lepas dari potensi pariwisata di setiap daerah. Indonesia banyak objek menarik yang bisa dijadikan objek wisata, Objek tersebut antara lain wisata budaya (wisata religi), dan wisata bahari. Maka dari itu, setiap daerah berusaha mengembangkan dan bersaing dalam sektor pariwisata. Untuk itu dikembangkan wisata ziarah di daerah yang mempunyai peninggalan sejarah (budaya) yang memiliki nilai historis dan religius. Wisata religi ini tidak lepas dari keberadaan orang suci, kekasih Tuhan, dalam Islam disebut Waliyullah. Bahwa beliau diyakini sebagai keberagaman tajalliy (Sifat Allah). Keyakinan ini melahirkan pandangan, sikap dan aktivitas ziarah makam. Penelitian ini mencatat, biografi dari KH. Abdul Hamid, dan memberikan pendidikan karakter bagi santri dan juga perjalanan beliau memperoleh gelar seorang wali. Dengan sifat keteladanan dan karamah yang ditiru masyarakat Pasuruan. Untuk mengenang jasa beliau diadakannya ziarah kubur yang didorong oleh keyakinan peziarah bahwa KH. Abdul Hamid adalah Waliyullah yang mempunyai karamah tertentu. Peziarah mempunyai definisi tentang Wali yang mempunyai pengalaman dan harapan berbeda terkait karamah. Para peziarah menyetujui bahwa KH. Abdul Hamid Wali yang mempunyai karamah dibuktian dengan mereka berziarah dan berdoa di makam KH. Abdul Hamid. Pengelolaan makam oleh pihak pesantren di satu sisi dan karakter khas keagamaan masyarakat Pasuruan mengarahkan ziarah pada suatu pola ritual tertentu sesuai “tradisi besar Islam”, yang bersumber dari al-Qur’an dan Hadith. Peneliti juga mencatat adanya pendidikan karakter yang ditonjolkan melalui pondok Pesantren Salafiyah oleh KH. Abdul Hamid.

Rumusan masalah penelitian ini (1) Bagaimana riwayat KH. Abdul Hamid. (2) Bagaiamana bentuk aktivitas ritual keagamaan di makam KH. Abdul Hamid serta upacara masyarakat pada acara Haul. (3) bagaimana kontribusi kewalian KH. Abdul Hamid memberi pendidikan karakter kepada masyarakat Pasuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara, observasi, dan Sistem dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Kemudian pengecekan keabsahan data yang digunakan adalah Ketekunan atau pengamatan, triangulasi, dan Expert Opinion.

Hasil penelitian ini mengetahui riwayat KH. Abdul Hamid menjadi seorang Waliyullah. Kegiatan peziarah di makam KH. Abdul Hamid serta pandangan peziarah mengenai beliau. Kontribusi pendidikan karaketer KH. Abdul Hamid di Pondok Pesantren Salafiyah. Manfaat penelitian ini dapat menganalisis biografi KH. Abdul Hamid menuju seorang Waliyullah, menganalisis aktivitas peziarah di makam KH. Abdul Hamid serta pandangan peziarah dari almarhum KH. Abdul Hamid dan menganalisis pendidikan karakter KH. Abdul Hamid di Pondok Pesantren Salafiyah.