SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERAN GKJW JEMAAT NGORO DALAM BIDANG SOSIAL TAHUN 1932-2012 DAN KONTRIBUSINYA DALAM PENDIDIKAN MULTIKULTURAL

Titi Ningrawati

Abstrak


ABSTRAK

 

Ningrawati, Titi. 2014. Peran GKJW Jemaat Ngoro dalam Bidang Sosial Tahun 1932-2012 dan Kontribusinya dalam Pendidikan Multikultural. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Slamet Sujud Purnawan Jati, M.Hum, (II) Dr. R. Reza Hudiyanto.

 

Kata Kunci: peran sosial, GKJW Ngoro, pendidikan multikultural.

 

Komunitas Kristen Ngoro merupakan cikal bakal berdirinya GKJW Jemaat Ngoro dan seluruh GKJW di Jawa Timur. Gereja ini merupakan gereja Jawa tertua kedua di Jawa Timur. Perannya dalam bidang sosial patut dikaji lebih mendalam. Terutama hubungan sosial yang terjalin oleh GKJW Jemaat Ngoro dengan masyarakat sekitar yang diwarnai oleh berbagai ras dan agama (Islam, Kristen, Hindu, dan Konghucu), serta peran GKJW Jemaat Ngoro itu sendiri dalam membentuk karakter pendidikan multikultural.

Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui latar belakang berdirinya GKJW Jemaat Ngoro, (2) mengetahui perkembangan GKJW Jemaat Ngoro tahun 1932-2012, (3) menjelaskan peran GKJW Jemaat Ngoro dalam bidang sosial tahun 1932-2012 dan kontribusinya dalam pendidikan multikultural.

Penelitian ini merupakan penelitian sejarah. Terdapat lima langkah yang ditempuh yakni pemilihan topik, heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Pemilihan topik menggunakan dua pendekatan yaitu kedekatan intelektual dan kedekatan emosional. Heuristik adalah pengumpulan sumber sejarah yang terdiri atas sumber primer dan sekunder. Kritik bertujuan untuk mencari kebenaran dengan cara mengecek keabsahan data yang diperoleh. Kritik sumber dapat dilakukan dengan dua cara yaitu kritik eksternal dan kritik internal. Interpretasi ada dua cara yaitu analisis dan sintesis. Hasil intepretasi kemudian dituangkan dalam bentuk tulisan yang disusun secara kronologis, hal ini biasa disebut dengan historiografi yang merupakan tahap akhir dari penelitian sejarah.

Hasil penelitian ini adalah pertama, terbentuknya GKJW Jemaat Ngoro merupakan hasil dari adanya komunitas Kristen Jawa yang diprakarsai oleh C.L Coolen di Ngoro pada tahun 1835. Komunitas ini kemudian tidak dapat mempertahankan eksistensinya sebagai Komunitas Kristen Jawa yang autentik sehingga tergerus oleh kekristenan Barat. Berdirilah GKJW Jemaat Ngoro pada tahun 1880 dan memperoleh pernyataan kadiwasaanya pada tanggal 27 Juni 1932. Kedua, perkembangan GKJW Jemaat Ngoro pada tahun 1932 hingga 2012 dapat diklasifikasikan ke dalam empat bidang yaitu pengabaran Injil, daya, dana, dan sarana. Dalam bidang pengabaran Injil kadiwasaan GKJW Jemaat Ngoro sebagai lembaga agama Kristen semakin kuat dari tahun 1932 hingga 2012. Hal ini dibuktikan dengan konsistennya usaha-usaha yang menjadi unsur dari trilogi gereja yaitu; persekutuan, kesaksian, dan pelayanan (diakonia). Dalam bidang daya jumlah jemaat bertambah dari 898 jemaat pada tahun 1932 menjadi kurang lebih 1500 jemaat pada tahun 2012 serta adanya perkembangan dalam struktur organisasi yang lebih meluas dan terperinci. Dalam bidang dana gereja semakin mandiri dan berkembang dalam hal pendanaan. Dalam bidang sarana, sarana yang dimiliki oleh gereja semakin lengkap untuk melayani kebutuhan jemaatnya.

Ketiga, peran gereja dalam bidang sosial diwujudkan dengan berbagai aktivitas sosial gereja dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan hubungan sosial kemasyarakatan. Peran sosial tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan bagi jemaat maupun masyarakat Ngoro pada umumnya. Sedangkan aktivitas sosial kemasyarakatan yang diperankan oleh gereja selalu mengarah pada peningkatan persatuan di internal maupun eksternal gereja. Peran sosial tersebut memiliki kontribusi dalam pendidikan multikultural yaitu dengan menanamkan nilai-nilai pluralisme. Dengan begitu GKJW Jemaat Ngoro ikut andil dalam menciptakan kehidupan yang harmonis antar umat beragama.

 

 

ABSTRACT

 

Ningrawati, Titi. 2014. Role of GKJW Ngoro Fellow in Social Area Year 1932-2012 and Its Contribution in Multicultural Education. Thesis, Histrory Departement, Faculty of Social Science, State University of Malang. Advisor: (I) Drs. Slamet Sujud Purnawan Jati, M.Hum, (II) Dr. R. Reza Hudiyanto.

 

Key Words: social role, GKJW Ngoro, multicultural education.

 

Ngoro Christian Community is the reason why GKJW Ngoro fellow and all GKJW in East Java establish. This church is the second oldest church in East Java. Its role in social field is proper to be known further, especially in social relation between GKJW Ngoro fellow and society around them who has various belief such as Islam, Christiant, Hindu, and Confucius, also the role of GKJW Ngoro fellow itself in building characteristic of multicultural education.

The purposes of this study are: (1) knowing the background knowledge of GKJW Ngoro fellow, (2) knowing the development of GKJW Ngoro fellow from 1932 to 2012, (3) describing the role of GKJW Ngoro fellow in social field from 1932 to 2012 and its contribution in multicultural education.

This study is historical research. There were five steps done in choosing the topic, heuristic, criticism, interpretation, and historiography. There were two approaches used in choosing the topic which are intellectual approach and emotional approach. Heuristic is historical sources collection which consists of primary and secondary sources. Criticism was done for looking for the truth by checking the data validity gained. Sources criticism can be done in two ways, external criticism and internal criticism. There are two kind of interpretation which is analysis and synthesis. The result of the interpretation was described in written from which is arranged in chronological order. That was called as historiography which was the last step of historical research.

The first result of this study is GKJW Ngoro fellow was the establishment of GKJW Ngoro fellow was the result of Java Christian community which was initiated by C.L Coolen in Ngoro in 1835. This community then could not maintain its exsistence as Java Christian community which authentic so eroded by Western Christianity. Therefore, there was GKJW Ngoro fellow in 1880. GKJW Ngoro fellow got its kadiwasaan in June 27 , 1932. Second GKJW Ngoro fellow in 1932 up to 2012 can be classified in four fields which are evangelism, shuck gospel, fundinggospel, and means of the gospel. In evangelism, kadiwasaan GKJW Ngoro fellow as Christian religious institution became stronger from 1932 to 2012. This is proven by its efforts consistency which is element of church trilogy which is fellowship, witness, and service (diakonia). In power sector, the fellow was increased from 898 fellow in 1932 became more or less 1500 fellow in 2012. There was also a development in structure organization which was widen and detailed. In fund sector, the church became more independent and advance. In means sector, means owned by the church became completed to serve the need of its fellow. Third, the role of the church in social field wa established in some social activities in education, healt, and social relationship. That social role was to increase the quality of fellows and society’s education and health. The social activity done by church was for improvement of the unity internal and exsternal church. Social role had contribution in multicultural education by teaching pluralism values. Therefore, GKJW Ngoro fellow had role in conducting peacefull life between people in the society.