SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah Untuk Meningkatkan Profesionalisme Guru SMA di Kota Batu.

Ilham Mahmud

Abstrak


ABSTRAK

 

Mahmud, Ilham. 2012. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah Untuk Meningkatkan Profesionalisme Guru SMA di Kota Batu. Skripsi, Jurusan Sejarah. Program Studi Pendidikan Sejarah. FIS. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. I Wayan Legawa, M.Si., (II) Drs. Mashuri, M.Hum.

 

Kata Kunci: MGMP Sejarah, Kegiatan MGMP, Profesionalisme Guru

MGMP sejarah Kota Batu sudah ada sejak tahun 2002 bersamaan dengan berdirinya Kota Batu. Dalam perkembangannya,MGMP sejarah ini mengalami pasang surut dalam melakukan berbagai macam kegiatan. Berbagai macam alasan yang menyebabkan MGMP kurang berjalan secara maksimal mulai dari masalah pendanaan karena tidak pernah mendapat dana Block Grant dari P4TK dan LPMP, kesulitan mengatur jadwal pertemuan dan kurangnya dukungan dari berbagai macam pihak. Permasalahan dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimanakah penjadwalan kegiatan yang ditangani oleh MGMP sejarah Kota Batu?, 2) Kegiatan apa saja yang dilakukan oleh MGMP sejarah dalam upaya meningkatkan profesionalisme guru SMA di Kota Batu?, 3) Bagaimanakah peran dari Dinas Pendidikan dalam pengembangan MGMP sejarah Kota Batu?. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mendeskripsikan penjadwalan kegiatan yang ditangani oleh MGMP sejarah Kota Batu, 2) Mendeskripsikan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh MGMP sejarah dalam upaya meningkatkan profesionalisme guru SMA di Kota Batu, 3) Mendeskripsikan peran dari Dinas Pendidikan dalam pengembangan MGMP sejarah Kota Batu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Dari penelitian menunjukkan bahwa MGMP sejarah Kota Batu tidak mampu mengatur jadwal kegiatan yang efektif sehingga mengakibatkan kegiatan-kegiatan MGMP selama ini kurang berjalan secara maksimal. Jadwal kegiatan MGMP harus menyesuaikan jadwal dari masing-masing sekolah. Hal ini kurang benar, jadwal masing-masing sekolah yang seharusnya menyesuaikan dengan jadwal MGMP bukan malah kebalikannya. Penelitian ini menunjukkan bahwa MGMP sejarah Kota Batu dalam melakukan kegiatan-kegiatan masih belum maksimal karena, (1) Sejak tahun 2002 sampai sekarang kegiatannya masih belum rutin, kadang aktif tapi kadang juga kurang aktif, misalnya saja dalam dua tahun ini terjadi kevakuman kegiatan, (2) Dalam pelaksanaannya, kegiatan MGMP tidak berjalan sesuai dengan jadwal yang ada sehingga pertemuannya masih bersifat insidental. Kondisi seperti ini harus segera diatasi agar MGMP sejarah aktif kembali seperti dulu sehingga tujuan dari MGMP yakni meningkatkan profesionalisme guru segera tercapai.

Dinas pendidikan selama ini terkesan masih kurang berperan dalam pengembangan MGMP sejarah Kota Batu. Dinas Pendidikan seakan-akan kurang mempedulikan MGMP sejarah, selama ini tidak pernah mengecek ataupun meminta laporan hasil dari kegiatan MGMP yang pernah dilakukan. Diharapkan untuk ke depannya antara pihak Dinas Pendidikan dan MGMP sejarah terjadi saling komunikasi yang berkelanjutan agar MGMP terus aktif dan dapat meningkatkan profesionalisme guru.