SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perkembangan Motif Batik Tulis Jetis Sidoarjo Tahun 2008-2011

Desty Qamariah

Abstrak


ABSTRAK

 

Qamariah, Desti. 2011. Perkembangan Motif Batik Tulis Jetis Sidoarjo Tahun 2008-2011. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Dewa Agung Gede Agung, M. Hum, (II) Deny Yudo Wahyudi, S.Pd. M.Hum

 

Kata Kunci: Perkembangan, Motif, Batik Tulis, Jetis Sidoarjo.

Motif batik merupakan hasil dari cipta, rasa dan karsa  manusia yang mengekspresikannya melalui kegiatan membatik. Sehingga motif batik dimasukkan ke dalam unsur kesenian. Setiap motif yang dibuat pada kain batik memiliki nilai-nilai filosofis yang terkandung di dalamnya. Keunikan dari motif batik Jetis yaitu motifnya yang selalu menunjukkan hasil kekayaan alam dan warnanya yang mencolok. Adapun alasan pemilihan judul ini adalah, karena Sidoarjo memiliki potensi batik yang patut diperhitungkan yang selalu memodifikasi dan berinovasi sesuai perkembangan zaman. 

Permasalahan yang dikaji dalam skripsi ini, antara lain: (1) bagaimanakah sejarah batik di Indonesia; (2) bagaimanakah sejarah batik tulis Jetis Sidoarjo; (3) bagaimanakah macam-macam motif tradisional dan makna batik tulis Jetis Sidoarjo; (4) bagaimanakah perkembangan motif batik tulis Jetis Sidoarjo tahun 2008-2011; dan (5) Bagaimanakah nilai-nilai dalam batik tulis Jetis Sidoarjo.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian sejarah. Penelitian sejarah  merupakan penelitian yang mencoba untuk mendeskripsikan secara sistematis dan objektif dengan berbagai tahap. Adapun langkah-langkah dalam penelitian sejarah adalah: (1) pemilihan topik, (2) pengumpulan sumber (heuristic), (3) kritik sejarah/keabsahan sumber (verifikasi), (4) analisis dan sintesis (interpretasi), (5) penulisan sejarah (historiografi).

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) batik Indonesia merupakan kebudayaan asli Indonesia, yang dikenal sejak abad ke VII, hanya saja kain yang digunakan berasal dari India. (2) batik tulis tradisional Sidoarjo yang berpusat di Jetis telah ada sejak tahun 1675, dibawa oleh seorang keturunan raja yang bernama Mbah Mulyadi. Beliau mengawali perdagangan batik di “Pasar Kaget” yang dikenal dengan nama pasar Jetis. (3) motif batik Jetis ada tiga yaitu beras wutah, kembang bayem dan kembang tebu. Motif ini menjadi salah satu pakem batik Jetis Sidoarjo. Makna filosofisnya berkaitan dengan potensi maupun kearifan lokal yang ada di Sidoarjo. (4) Pada perkembangannya, motif batik Jetis dibedakan menjadi dua, yaitu batik tradisional dan batik kontemporer. Pada batik tradisional, motif-motif lebih terikat pada kekayaan alam Sidoarjo, bermakna sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan YME. Sedangkan pada batik kontemporer, mengalami  improvisasi tergantung dari kreasi setiap pengrajin dan permintaan pasar. Maknanya lebih terbuka dan bebas. (5) nilai-nilai dalam batik tulis Jetis Sidoarjo, batik Jetis bisa digunakan sebagai pakaian harian atau pakaian resmi, yang mempunyai nilai estetika dalam setiap batik, sehingga memiliki nilai ekonomis. Adapun nilai pendidikannya batik bisa dijadikan muatan lokal dan ektrakurikuler di sekolah, jadi siswa bisa mengenal cara pembuatan batik dan motif-motif batik Jetis Sidoarjo.Tujuannya untuk mengenalkan budaya bangsa dan ikut berpartisipasi dalam melestarikan budaya batik. Untuk peneliti selanjutnya bisa meneliti secara pasti tentang sejarah batik Jetis Sidoarjo dan perkembangan industrinya. Selain itu, makna dari motif-motif batik Jetis perlu digali kembali dalam segi historis.