SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT PETANI SETELAH MASUKNYA INDUSTRI PERTAMBANGAN MINYAK DI DESA GAYAM KECAMATAN NGASEM KABUPATEN BOJONEGORO

Tiara Ulfa Raharyati

Abstrak


ABSTRAK

 

Raharyati, Tiara Ulfa. 2012. Perubahan Sosial Budaya Masyarakat Petani setelah Masuknya Industri Pertambangan Minyak di Desa Gayam Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro. Skripsi, Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Waskito S.Sos, M.Hum, (II) Drs. Irawan, M.Hum

 

Kata Kunci: Perubahan Sosial Budaya, Masyarakat Petani, Industri Pertambangan Minyak

 

Sebelum masuknya industri pertambangan minyak, masyarakat Desa Gayam sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani. Setelah masuknya industri pertambangan minyak di Desa Gayam dimungkinkan adanya perubahan kehidupan masyarakat, khususnya masyarakat petani setelah kehilangan lahan pertanian akibat adanya pembebasan lahan yang dilakukan oleh pihak pertambangan. Permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah; (1) Bagaimana kondisi sosial budaya masyarakat petani Desa Gayam sebelum masuknya industri pertambangan minyak, (2) Bagaimana perubahan sosial budaya yang terjadi pada masyarakat petani setelah masuknya industri pertambangan minyak di Desa Gayam, (3) Bagaimana implikasi industri pertambangan minyak terhadap pendidikan masyarakat Desa Gayam. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan kondisi sosial budaya masyarakat sebelum masuknya industri pertambangan minyak di Desa Gayam, menganalisis perubahan sosial budaya yang terjadi pada masyarakat petani di Desa Gayam setelah masuknya industri pertambangan minyak di Desa Gayam, serta menganalisis implikasi industri pertambangan minyak terhadap pendidikan masyarakat Desa Gayam. Penelitian ini menggunakan metode historis.

Hasil penelitian menunjukkan sebelum masuknya industri pertambangan minyak di Desa Gayam, masyarakat mengandalkan pertanian untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari, hal ini menimbulkan keadaan ekonomi yang rendah, pendidikan yang rendah, gaya hidup dan pola pikir yang sederhana sedangkan dalam bidang stratifikasi sosial masyarakat petani belum ada jarak yang relatif tinggi, masyarakat masih sangat memegang adat istiadat. Setelah masuknya industri pertambangan minyak, masyarakat mengalami perubahan. Masyarakat mulai mengenal pegawai industri pertambangan minyak, sebagai salah satu strata stratifikasi sosial masyarakat, dalam hal gaya hidup masyarakat mulai mengikuti gaya hidup perkotaan dengan mengandalkan pemenuhan terhadap simbol-simbol. Bidang ekonomi, masyarakat lebih memenuhi kebutuhan konsumtif. Pendidikan mengalami kemajuan yang pesat. Adat istiadat masyarakat masih dilaksanakan, pola pikir masyarakat menjadi lebih maju. Konflik juga terjadi dalam masyarakat, konflik dapat diselesaikan dengan kesepakatan yang terjadi antara kedua belah pihak. Industri pertambangan minyak membawa dampak terhadap pendidikan masyarakat. Adanya kebutuhan untuk keahlian khusus membuat masyarakat mengikuti kursus maupun pelatihan. Perubahan sosial masyarakat petani setelah masuknya industri pertambangan minyak di Desa Gayam juga bisa dikaitkan dengan pembelajaran yang ada di sekolah maupun universitas.

Dari penelitian ini dapat disarankan bahwa, pelaku pembebasan lahan pertanian hendaknya mengganti lahan pertanian masyarakat dengan lahan pertanian tidak dengan uang, karena masyarakat cenderung menghabiskan uangnya untuk keperluan konsumtif saja, untuk pemenuhan utama tidak diperhatikan.