SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Metode Pembelajaran Model Permainan Tembok Kata untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Mata pelajaran IPS kajian Sejarah Siswa Kelas VII D SMPN I Panggung Rejo Kabupaten Blitar Tahun Pelajaran 2008/2009

Tatang Kurniawan

Abstrak


ABSTRAK

 

 

Kurniawan, Tatang. 2009. Penerapan metode Pembelajaran Model permainan tembok kata untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Mata Pelajaran IPS Sejarah Siswa Kelas VII D SMPN I Panggung Rejo Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Pendidikan Sejarah FS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. I Wayan Legawa, M.Si dan (II) Dra. Hj. Sri Sumartini, M.Si.

 

Kata Kunci: Metode Pembelajaran, Permainan Tembok Kata, Motivasi Belajar, Hasil Belajar

 

Pembelajaran sejarah di SMP masih menggunakan metode konvensional yaitu ceramah dan tanya jawab serta pusat pembelajaraan di kelas masih dipegang oleh guru secara mutlak (teacher centered). Sejarah sebagai salah satu cabang dari Ilmu Pengetahuan Sosial pada saat ini mendapat berbagai hambatan dalam proses pengajarannya. Hambatan dalam proses pengajaran itu berasal dari berbagai faktor antara lain guru sebagai pengajar, metode yang digunakan guru dalam proses pembelajaran, motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran, serta sarana dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran itu. Keadaan itu semakin diperburuk dengan rendahnya minat baca anak didik terhadap buku pelajaran. SMPN I Panggung Rejo sebagai salah satu sekolah favorit juga tidak lepas dari masalah yang cukup mendasar ini. Siswa di kelas VII D SMPN I Panggung Rejo mayoritas memiliki motivasi yang kurang dalam mengikuti pelajaran IPS khususnya Sejarah. Hal ini ditandai dengan sikap siswa yang kurang serius dalam mengikuti pelajaran IPS Sejarah seperti tidak semua siswa antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, tidak semua siswa memperhatikan ketika guru sedang menyampaikan materi pelajaran di depan kelas, sebagian besar siswa tidak mau mendengarkan pendapat dari temannya, sebagian besar siswa ramai sendiri saat pelajaran berlangsung, dalam kegiatan belajar mengajar di kelas, siswa lebih suka duduk mendengarkan dan berbicara sendiri dengan temannya. Keadaan tersebut membuat siswa kurang mampu dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajarnya, terutama untuk mata pelajaran IPS Sejarah.

Berdasarkan permasalahan diatas, peneliti berusaha memecahkan masalah yang sedang dihadapi oleh siswa kelas VII D SMPN I Panggung Rejo dengan menerapkan metode pembelajaran model permainan tembok kata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi dan hasil belajar Sejarah siswa kelas VII D SMPN I Panggung Rejo Kabupaten Blitar melalui penerapan metode pembelajaran model permainan tembok kata.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Subyek penelitian adalah siswa kelas VII D SMPN I Panggung Rejo Kabupaten Blitar yang berjumlah 40 siswa orang siswa. Data penelitian berupa motivasi belajar siswa yang diperoleh melalui observasi selama penelitian dan hasil belajar siswa yang diperoleh melalui tes pada akhir siklus.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran model  permainan tembok kata dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar Sejarah siswa kelas VII D SMPN I Panggung Rejo Kabupaten Blitar. Hal ini terlihat dari peningkatan motivasi belajar siswa. Pada masa observasi, motivasi belajar siswa sebesar 48,14% yang termasuk dalam kategori kurang, meningkat menjadi 65,63% yang termasuk dalam kategori cukup pada siklus I. Kemudian pada siklus II mengalami peningkatan lagi menjadi  75,15% yang termasuk ke dalam kategori baik. Sedangkan rata-rata hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan dari 64,2 pada masa observasi, meningkat menjadi 71,25 pada siklus I dan menjadi 80,5 pada siklus II.

Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan untuk dilakukan penelitian yang lebih lanjut, dan disarankan agar penelitian dilakukan di kelas dan pokok bahasan yang lain, serta guru disarankan lebih banyak memberikan reinforcement atau penguatan (seperti memberikan pujian atau penghargaan) kepada siswa sehingga siswa akan lebih termotivasi dalam mengikuti proses pembelajaran.