SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL TWO STAY TWO STRAY (TSTS) “Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas XI – IPS pada Mata Pelajaran Sejarah di SMA Kertanegara Malang tahun ajaran 2008/2009”

Ahmad Taufiqqurrohman

Abstrak


ABSTRAK

 

Taufiqqurrohman, Ahmad. 2009. "Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Two Stay Two Stray (TSTS), Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas XI - IPS pada Mata Pelajaran Sejarah di SMA Kertanegara Malang tahun ajaran 2008/2009". Skripsi, Jurusan Sejarah FS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hariyono, M.Pd.(II) Dr. Hj. Siti Malikhah Towaf, M.A.

 

Kata kunci: Pembelajaran kooperatif, Two Stay Two Stray, Hasil belajar siswa.

 

Berdasarkan observasi awal melalui guru dan siswa menunjukkan bahwa selama ini guru yang mengajarkan mata pelajaran sejarah kelas XI - IPS belum pernah menggunakan pendekatan kooperatif, temasuk model Two Stay Two Stray dalam mengajar di SMA Kertanegara Malang. Permasalahan pembelajaran yang dihadapi oleh guru adalah hasil belajar yang kurang memuaskan. SMA Kertanegara Malang merupakan sekolah yang mempunyai siswa cenderung ramai dan sulit diatur saat proses belajar mengajar. Pada saat belajar kelompok anggota yang kurang aktif hanya menggantungkan jawaban temannya yang dianggap pintar, sedangkan siswa yang dipercayakan pintar oleh anggotanya tidak berusaha untuk memotivasi anggotanya untuk bekerjasama memberikan sumbangan pikiran. Tidak ada pembagian kerja yang merata dalam kelompok. Hal tersebut juga berpengaruh pada hasil belajar siswa yang setelah dianalisis bahwa siswa yang kurang aktif di kelas juga menunjukkan hasil belajarnya kurang. Adapun alasan pemilihan kelas berdasarkan pertimbangan dari guru mata pelajaran sejarah pada SMA Kertanegara Malang. SKM individual yang ditetapkan pada mata pelajaran sejarah adalah 70, dari 18 siswa pada kelas XI - IPS hanya 2 siswa yang hasil belajarnya memenuhi SKM individual sebesar 70. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka diperlukan suatu model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar. Model pembelajaran yang dapat diterapkan adalah salah satu pembelajaran kooperatif dengan model Two Stay Two Stray.

Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 11 Februari sampai 17 Maret 2009. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tujuan untuk dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang diperoleh dari tes akhir belajar. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas  XI - IPS di SMA Kertanegara Malang yang terdiri dari 18 siswa. Adapun alasan pemilihan model ini ialah terdapat pembagian kerja kelompok yang jelas tiap anggota kelompok, siswa dapat bekerjasama dengan temannya, dapat mengatasi kondisi siswa yang ramai dan sulit diatur saat proses belajar mengajar. Langkah-langkah model ini ialah kerja kelompok, dua siswa bertamu ke kelompok lain dan dua siswa lainnya tetap di kelompoknya untuk menerima dua orang dari kelompok lain, kerja kelompok, kembali ke kelompok asal, kerja kelompok, persentasi kelompok. Dengan penerapan model Two Stay Two Stray pada siswa kelas XI - IPS diharapkan dapat mengatasi permasalahan yang ada dan meningkatkan hasil belajar siswa.

Adapun rumusan masalah pada penelitian ini, diantaranya (1) Bagaimana proses belajar sejarah sebelum diterapkannya model Two Stay Two Stray pada mata pelajaran sejarah siswa kelas XI - IPS di SMA Kertanegara Malang tahun ajaran 2008/2009. (2) Bagaimana hasil belajar sejarah sebelum diterapkannya model Two Stay Two Stray pada mata pelajaran sejarah siswa kelas XI - IPS di SMA Kertanegara Malang tahun ajaran 2008/2009. (3) Bagaimana proses belajar sejarah setelah diterapkannya model Two Stay Two Stray pada mata pelajaran sejarah siswa kelas XI - IPS di SMA Kertanegara Malang tahun ajaran 2008/2009. (4) Bagaimana hasil belajar sejarah setelah diterapkannya model Two Stay Two Stray pada mata pelajaran sejarah siswa kelas XI - IPS di SMA Kertanegara Malang tahun ajaran 2008/2009.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas yaitu merupakan suatu pendekatan untuk meningkatkan pendidikan dengan melakukan perubahan ke arah perbaikan terhadap hasil pendidikan dan pembelajaran. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi peneliti, tes, lembar observasi, lembar wawancara, angket, dokumentasi, dan catatan lapangan. Untuk menjawab rumusan masalah yang pertama dan kedua, peneliti menggunakan data kualitatif dengan melakukan observasi awal, wawancara, dan pengamatan langsung dalam kelas. Data kuantitatif diperoleh dari hasil rapot semester I siswa kelas XI - IPS. Sedangkan untuk menjawab rumusan masalah yang ketiga dan keempat, peneliti melaksanakan tindakan penelitian bertindak sebagai guru, memberikan lembar observasi keaktifan guru dan siswa pada pengamat, melaksanakan tes pada tiap akhir siklus, dan melaksanakan wawancara serta merefleksi hasil penelitian dengan pengamat.

Peneliti melaksanakan penelitian pada siswa kelas XI - IPS SMA Kertanegara Malang terfokus dalam materi pokok "Zaman Pendudukan Jepang di Indonesia" pada siklus I dan materi pokok "Upaya-upaya Mempersiapkan Kemerdekaan Indonesia" pada siklus II. Adapun teknik analisis yang digunakan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada penelitian ini, yakni dengan cara membandingkan persentase ketuntasan belajar secara keseluruhan sebelum diberikan tindakan yang diperoleh dari nilai rapot siswa pada semester I, dengan ketuntasan belajar secara keseluruhan setelah diberikan tindakan pada siklus I maupun siklus II. Terdapat beberapa temuan penelitian diantaranya hasil belajar dapat meningkat, terdapat pembagian kerja yang jelas pada saat berkelompok sehingga siswa tidak lagi ramai saat proses belajar mengajar berlangsung, siswa dapat saling bekerjasama dan menghargai pendapat temannya dalam mengutarakan pendapat.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model Two Stay Two Stray yang dilakukan dalam mata pelajaran sejarah siswa kelas XI - IPS di SMA Kertanegara Malang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Dibuktikan dengan peningkatan hasil belajar sebesar 10,93 % dari sebelum dilakukan tindakan dengan melihat nilai rapor semester I dengan setelah dilaksanakan tes akhir siklus I. Sedangkan hasil belajar siswa dari siklus I telah meningkat sebesar 11,77 % ke siklus II. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disarankan bahwa dalam menerapkan model Two Stay Two Stray hendaknya disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan oleh guru. Bagi peneliti selanjutnya disarankan agar tidak hanya menilai hasil belajar tapi juga menilai segala aktivitas atau keaktifan setiap siswa dalam melaksanakan langkah-langkah model ini.