SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Pembelajaran Sistem Modul pada Materi Masa Pra-Aksara di Indonesia terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Satu Atap Tamanan Bondowoso

Ahmad Dairabi

Abstrak


ABSTRAK

 

Dairabi, Ahmad. 2011. Pengaruh Pembelajaran Sistem Modul pada Materi Masa Pra-Aksara di Indonesia terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Satu Atap Tamanan-Bondowoso. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. I Wayan Legawa, M.Si.(II) Drs. Dewa Agung Gde Agung, M.Hum.

 

Kata kunci : pembelajaran sistem modul, masa pra-aksara, motivasi belajar, hasil belajar siswa.

Penelitian ini bertujuan untuk membantu sekolah dalam menghadapi berbagai masalah yang berkaitan dengan pembelajaran. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan oleh peneleti, SMP Negeri 3 Satu Atap Tamanan-Bondowoso memiliki problematika yaitu rendahnya motivasi dan hasil belajar siswa. Rendahnya motivasi belajar siswa tampak dari perilaku siswa di kelas saat kegiatan belajar mengajar dimana siswa sering tidak memperhatikan penjelasan guru dan cenderung untuk berbicara dengan teman. Sedangkan rendahnya hasil belajar siswa terlihat dari banyaknya hasil ulangan siswa yang masih belum mencapai KKM. Berdasarkan hasil diskusi dengan guru mata pelajaran IPS didapat, bahwa rendahnya motivasi dan hasil belajar siswa disebabkan oleh kurangnya sumber belajar, mengingat belum adanya perpustakaan dan fasilitas lain yang menunjang kelancaran proses belajar mengajar. Oleh sebab itu diperlukan suatu sumber belajar yang lengkap, efisien, menarik, dan mudah dipahami oleh siswa. Sumber belajar yang dimaksud adalah modul pembelajaran yang dikhususkan pada mata pelajaran IPS bidang kajian sejarah.

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1)Bagaimanakah pengaruh pembelajaran sistem modul terhadap motivasi belajar siswa kelas VII SMP Negeri 3 Satu Atap Tamanan-Bondowoso?. (2) Bagaimanakah pengaruh pembelajaran sistem modul terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 3 Satu Atap Tamanan-Bondowoso. Penelitian ini bertujuan (1) Menjelaskan pengaruh pembelajaran sistem modul sejarah dalam proses pembelajaran terhadap motivasi belajar siswa kelas VII SMP Negeri 3 Satu Atap Tamanan-Bondowoso. (2) Menjelaskan pengaruh penggunaan modul sejarah dalam proses pembelajaran terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 3 Satu Atap Tamanan-Bondowoso.

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dengan populasi siswa kelas VII SMP Negeri 3 Satu Atap Tamanan-Bondowoso semester gasal tahun pelajaran 2010/2011. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII A sebagai kelas kontrol dan kelas VII B sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa keseluruhan 48 orang. Pada pelaksanaannya kelas eksperimen diberi perlakuan dengan pembelajaran sistem modul sedangkan kelas kontrol diberi perlakuan dengan pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui angket motivasi belajar dan tes hasil belajar sebagai instrumen penelitian.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan perubahan motivasi belajar antara kelompok kontrol dan eksperimen. Kelas kontrol tidak mengalami peningkatan motivasi belajar secara signifikan (hanya meningkat 1,28%), sedangkan kelompok eksperimen mengalami peningkatan motivasi berlajar yang cukup signifikn (6,33%). Sedangkan untuk hasil belajar siswa, juga menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang cukup signifikan dimana kelompok eksperimen mengalami peningkatan rata-rata hasil yang cukup signifikan dari 51,25 menjadi 70,20 (meningkat 18,95), sedangkan pada kelas control hanya mengalami penigkatan rata-rata hasil belajar dari 51,46 menjadi 63,75 (meningkat 12,29).

Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran sistem modul berpengaruh positif terhadap peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 3 Satu Atap Tamanan. Pembelajaran dengan sistem modul disarankan untuk terus dikembangkan terutama untuk menyediakan sumber belajar yang menarik dan mudah dipahami oleh siswa.