SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peranan Bung Tomo dalam Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia di Surabaya tahun 1945.

Agung Ari Widodo

Abstrak


ABSTRAK

 

Widodo,  Agung  Ari.  2011.  Peranan  Bung  Tomo  dalam  Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia di Surabaya tahun 1945. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas  Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang.  Pembimbing  (I)  Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., (II) Drs. Marsudi, M.Hum.

 

Kata Kunci: Bung Tomo, Kemerdekaan Indonesia, Surabaya

Bung Tomo merupakan salah satu  tokoh dalam peristiwa pertempuran 10 November  1945  di  Surabaya.  Pasca  Proklamasi  Kemerdekaan  Bung  Tomo berhasil mengajak rakyat Surabaya untuk berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia  dari serangan  pasukan  Sekutu  dan  NICA.  Kedekatan  dengan  rakyat inilah  yang membuat Bung  Tomo  populer.  Bung  Tomo  mempunyai  cara  yang berbeda  dalam  perjuangan  mempertahankan  kemerdekaan  di  Surabaya    Ulasan tentang peranan Bung Tomo masih sedikit, oleh karena itulah penulis mengangkat judul Peranan Bung Tomo Dalam Mempertahankan Kemerdekaan di Surabaya. Rumusan  masalah  dalam  penelitian  ini  adalah  (1)  bagaimana  riwayat hidup Bung Tomo, (2) bagaimana situasi  politik kota Surabaya pasca Proklamasi Kemerdekaan,  dan  (3)  bagaimana  peranan Bung  Tomo  dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia di Surabaya pada tahun 1945. Tujuan penelitian ini adalah (1)  mendeskripsikan  riwayat  hidup  Bung  Tomo,  (2)  mendeskripsikan  situasi politik kota Surabaya pasca Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, dan  (3) mendeskripsikan  peranan  Bung  Tomo  dalam  Mempertahankan  Kemerdekaan Indonesia di Surabaya pada tahun 1945. i

Penelitian  ini  menggunakan  metode  sejarah  yang  antara  lain  meliputi pemilihan  topik,  heuristik,  kritik,  interpretasi,  dan  historiografi. Hasil  penelitian yang  diperoleh  adalah Bung  Tomo  lahir  dalam  lingkungan  kampung  Surabaya, tepatnya di daerah Blauran. Akibat depresi ekonomi pada tahun 1930-an, keluarga Bung  Tomo  harus  berjuang  hidup  dibawah  tekanan.  Bung  Tomo  sendiri  ikut bekerja membantu orang tuanya.  Jiwa kebangsaan Bung Tomo terasah ketika ikut dalam KBI  (Kepanduan Bangsa  Indonesia).  Prestasi  terbaik Bung  Tomo  dalam KBI adalah memperoleh lencana elang. Prestasi ini membuat Bung Tomo menjadi terkenal  di  kampungnya.  Ditambah  lagi  Bung  Tomo  mempunyai  kemampuan dalam hal  tulis-menulis yang mengantarkannya menjadi wartawan Domei. Daya tarik  inilah  yang  membuat  PRI  (Pemuda  Republik  Indonesia)  merekrut  Bung Tomo dan menempatkannya dalam seksi penerangan.

Berita Proklamasi Kemerdekaan pertama kali diketahui oleh Bung Tomo, Yacob,  dan  R.  Sumadi.  Bung  Tomo  kemudian  membuat  pengumuman  yang ditempel  di  depan  kantor  berita  Domei  dan  bisa  dibaca  oleh  rakyat.  Pasca menerima  berita  Proklamasi  dengan  segera  di  Surabaya  diadakan  peralihan pemerintahan  dan  perebutan  senjata  dari  Jepang. Bung  Tomo  turut  serta  dalam perundingan  dengan  pihak  Jepang  dalam  rangka mendapatkan  persenjataan  dari Jepang.

Bung  Tomo  ikut  andil  dalam  perjuangan mempertahankan  kemerdekaan Indonesia  di  Surabaya. Bung  Tomo membentuk  BPRI  (Barisan  Pemberontakan Rakyat  Indonesia)  yang  bertujuan  menampung  para  rakyat  untuk  bersiap menghadapi  datangnya  pasukan  Inggris  dan  NICA.  Pembentukan  BPRI  ini berawal  dari  rasa  kecewa  Bung  Tomo  ketika  melihat  kondisi  Ibukota  Jakarta, dimana  orang-orang  Belanda  maupun  Sekutu  bebas  berkeliaran  di  jalanan Ibukota.  BPRI  mempunyai  senjata  ampuh  dalam  menggerakkan  massa,  yaitu Radio  Pemberontakan.  Pidato  Bung  Tomo  di  Radio  Pemberontakan  berhasil memberikan  semangat  kepada  rakyat  untuk  terus  berjuang  mempertahankan kemerdekaan di Surabaya. Memang Bung Tomo seringkali melakukan kesalahan dalam memberikan  informasi melalui radio,  tapi berkat Radio Pemberontakan  ini pula terjalin komunikasi antar laskar pejuang.

Bagi  rekan-rekan  mahasiswa  yang  berminat  pada  periode  revolusi, penelitian  tentang  Bung  Tomo  bisa  dikaji  lebih  lanjut.  Penulisan  tentang  Bung  Tomo ini bisa dilajutkan dari periode pasca revolusi. Pada peristiwa pertempuran Surabaya  10 November  1945 masih  ada  tokoh-tokoh  yang belum dikaji,  seperti Dul  Arnowo,  Residen  Sudirman,  drg.  Murtopo  yang  juga  mempunyai  peran penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia di Surabaya.