SKRIPSI Jurusan Sastra Jerman - Fakultas Sastra UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN MEDIA LAGU TEMA ALLTAGSLEBEN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MENYIMAK BAHASA JERMAN SISWA KELAS XI SMAN 1 BATU

PANGESTI GANDES

Abstrak


RINGKASAN

Pangesti, Gandes. 2019. Pengembangan Media Lagu Tema Alltagsleben sebagai Media Pembelajaran Keterampilan Menyimak Bahasa Jerman Kelas XI SMAN 1 Batu. Skripsi, Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Edy Hidayat, S. Pd., M. Hum.

Kata Kunci: Media Lagu, Alltagsleben, Keterampilan Menyimak

Penelitian ini bertujuan mengembangkan media berupa lagu dengan tema Alltagsleben yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran keterampilan menyimak bahasa Jerman siswa kelas XI SMA Negeri 1 Batu. Media yang dikembangkan berupa lagu anak-anak berbahasa Jerman dengan tema Alltagsleben, khususnya subtema Essen und Trinken untuk siswa kelas XI Sekolah Menengah Atas. Judul media lagu tersebut adalah Was essen wir heute?. Format dari media lagu berupa .mp3 dan berdurasi sekitar 1 menit 45 detik.

Model pengembangan  yang digunakan dalam penelitian pengembangan media lagu ini adalah model pengembangan yang dicetuskan oleh Plomp. Media lagu berjudul Was essen wir heute? telah divalidasi oleh ahli materi dan ahli media. Media lagu berjudul Was essen wir heute? telah diujicobakan di kelas XI SMA Negeri 1 Batu. Jumlah siswa yang menjadi subjek uji coba adalah 20. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar angket dan pedoman wawancara.

Hasil penelitian yang telah dilakukan menunujukkan bahwa media lagu yang berjudul Was essen wir heute?dapat digunakan sebagai media pembelajaran keterampilan menyimak bahasa Jerman siswa. Siswa terlihat tertarik dan antusias ketika lagu tersebut diputar pada kegiatan uji coba.Kelebihan dari media lagu ini yaitu:

(1) media lagu menarik bagi siswa,

(2) media lagu mudah dibawakan, dan

(3) media lagu dapat digunakan untuk mempelajarai kosakata baru.Kekurangan dari media lagu ini adalah suara penyanyi yang kurang jelas terdengar oleh siswa, karena siswa masih belum terbiasa mendengar suara orang Jerman.