SKRIPSI Jurusan Sastra Jerman - Fakultas Sastra UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pembelajaran Bahasa Jerman pada Peserta Didik Berkebutuhan Khusus

NUGROHO GADING EKO

Abstrak


RINGKASAN

Nugroho, Gading Eko. 2019.Pembelajaran Bahasa Jerman pada Peserta Didik Berkebutuhan Khusus di SMA Negeri 9 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Deddy Kurniawan, S.Pd., M.A.

Kata Kunci: Pembelajaran, Bahasa Jerman,Anak Berkebutuhan Khusus

Tujuan penelitian ini adalah

(1) mendeskripsikan proses pembelajaran bahasa Jerman pada peserta didik berkebutuhan khusus di SMA Negeri 9 Malang,

(2) mengidentifikasi masalah yang dihadapi oleh guru dalam proses pembelajaran bahasa Jerman pada peserta didik berkebutuhan khusus di SMA Negeri 9 Malang, dan

(3) mengidentifikasi upaya-upaya yang dilakukan oleh guru untuk mengatasi masalah yang muncul dalam proses pembelajaran.Hasil yang diperoleh diharapkan dapat digunakan untuk bahan evaluasi program, sehingga dapat muncul inovasi bagi pembelajaran bahasa Jerman.

Penelitian ini menggunakan jenis metode penelitian deskriptifdengan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran bahasa Jerman dan kegiatan pembelajaran bahasa Jerman di kelas X-Bahasa SMA Negeri 9 Malang. Data pada penelitian ini adalah proses pembelajaran bahasa Jerman bagi peserta didik berkebutuhan khusus, masalah yang dihadapi oleh guru, dan upaya guru untuk mengatasi masalah yang dihadapi dalam proses pembelajaran.Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar observasi, pedoman wawancara, dan tabel dokumentasi.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran bahasa Jerman di SMA Negeri 9 Malang menerapkan model pembelajaran inklusi penuh yang bertujuan agar peserta didik berkebutuhan khusus dapat belajar beradaptasi dan bersosialisasi dengan lingkunganreguler. Dalam pelaksanaan pembelajaran, guru matapelajaran Bahasa Jerman menggunakan RPP tanpa dilengkapi dengan Program Pembelajaran Individu. Hal tersebut karena bahasa Jerman bukan merupakan mata pelajaran fungsional yang diujikan dalam ujian nasional.Materi, media, dan lembar evaluasi yang diberikan kepada peserta didik berkebutuhan khusus sama dengan yang diberikan kepada siswa reguler. Perlakuan khusus yang diberikan kepada peserta didik berkebutuhan khusus yakni perubahanskor KKM yang semula delapanpuluh menjadi limapuluh.Masalah yang dihadapi oleh guru mata pelajaran selama proses pembelajaran, yakni masalah ketercapaian tujuan pembelajaran, perilaku, konsentrasi, dan motivasi. Upaya guru untuk mengatasi masalah ketercapaian tujuan pembelajaran dan masalah materi yakni dengan menyederhanakan penyampaian materi. Solusi untuk masalah perilaku dan konsentrasi adalah dengan menyediakan guru pembimbing khusus yang mendampingi peserta didik berkebutuhan khusus dengan tujuan untuk mengendalikan perilaku.Selain itu, guru mata pelajaran dengan dibantu oleh guru pembimbing khusus selalu mendorong ABK agar bersemangat mengikuti kegiatan pembelajaran bahasa Jerman.