SKRIPSI Jurusan Sastra Jerman - Fakultas Sastra UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

IMPLEMENTASI PROGRAM EKSTRAKURIKULER BAHASA JERMAN DI SMA NEGERI 1 LAWANG

Hana Anggita

Abstrak


Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan dan pelaksanaan program Ekstrakurikuler Bahasa Jerman di SMA Negeri 1 Lawang. Hasil yang diperoleh diharapkan dapat menjadi rujukan untuk para pembina ekstrakurikuler bahasa Jerman di sekolah lain. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Peneliti bertindak sebagai instrumen kunci, pengumpul, dan penganalisis data. Subjek pada penelitian ini adalah wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guru pembina Ekstrakurikuler Bahasa Jerman, dan 22 anggota peserta didik. Data diperoleh melalui observasi, penyebaran angket, dan wawancara. Selanjutnya, keabsahan data hasil penelitian dilakukan dengan triangulasi sumber dan metode. Berdasarkan hasil analisis data, disimpulkan bahwa terdapat keselarasan perencanaan dan pelaksanaan program Ekstrakurikuler Bahasa Jerman di SMA Negeri 1 Lawang. Perencanaan program Ekstrakurikuler Bahasa Jerman baik yang intensif maupun yang reguler sudah baik dan sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 62 Tahun 2014 tentang Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Pelaksanaan program Ekstrakurikuler Bahasa Jerman di SMA Negeri 1 Lawang juga sudah baik, khususnya untuk ekstrakurikuler intensif karena perolehan prestasinya. Tetapi pelaksanaan ekstrakurikuler reguler belum berjalan dengan baik karena jadwal pelaksanaannya di luar jam mata pelajaran yang memberikan peluang peserta didik untuk bolos. Permasalahan lainnya adalah belum ditemukan program yang sesuai untuk ekstrakurikuler reguler, sehingga mengakomodasi peserta didik dari kelas bahasa dan non bahasa secara bersamaan. SMA Negeri 1 Lawang adalah sekolah non Pasch, tetapi sekolah ini dapat memiliki prestasi yang baik, khususnya untuk program ekstrakurikuler intensif. Hal tersebut disebabkan oleh sinergi yang baik antara pihak sekolah dengan guru pembina Ekstrakurikuler Bahasa Jerman dan adanya dukungan dana dari sekolah.