SKRIPSI Jurusan Sastra Jerman - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penggunaan Metode Penerjemahan dalam Menerjemahkan Cerpen Das Brot pada Matakuliah Übersetzung oleh Mahasiswa JSJ UM

Yasinta Mariati Maal

Abstrak


ABSTRAK

 

 

Maal, Yasinta Mariati. 2017. Penggunaan Metode Penerjemahan dalam Menerjemahkan Cerpen Das Brot pada Matakuliah Übersetzung oleh Mahasiswa JSJ UM. Skripsi, Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Rosyidah,M.Pd.

 

Kata Kunci:metode penerjemahan, menerjemahkan, cerpen “Das Brot”

 

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan metode penerjemahan yang digunakan oleh mahasiswa Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang dalam menerjemahkan cerpen “Das Brot”. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian berupa cerpen “Das Brot” dan hasil terjemahannya, sedangkan data yang digunakan berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat dalam Bsu maupun Bsa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah peneliti sendiri dengan dokumentasi sebagai instrumen pendukung. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap menyiapkan data, pemilihan dan pengklasifikasian data, dan penganalisisan data. Dalam penelitian ini, triangulasi penyidik digunakan untuk mengecek kembali keabsahan data.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa menggunakan lima metode penerjemahan dalam menerjemahkan cerpen “Das Brot”, yakni metode penerjemahan harfiah, metode penerjemahan setia, metode penerjemahan semantis, metode penerjemahan bebas, dan metode penerjemahan komunikatif. Dari kelima metode penerjemahan tersebut, yang paling dominan digunakan oleh mahasiswa adalah metode penerjemahan setia. Terjemahan yang dihasilkan dari segi bentuk terasa begitu kaku. Dalam Bsa terdapat bentuk-bentuk yang menyimpang dari aturan yang berlaku karena terlalu setia dengan bentuk Bsu. Penyimpangan tersebut menimbulkan distorsi pada pola gramatikal dan gaya bahasa Bsa, distorsi pada pesan atau makna, dan mengakibatkan kesalahpahaman pada pembaca teks terjemahan. Bsa yang dihasilkan mahasiswa masih belum memadai. Pilihan kosakata yang digunakan masih belum tepat. Faktor-faktor lain seperti kurangnya menguasai Bsu dan Bsa, minimnya penguasaan teori tentang penerjemahan, prinsip-prinsip kaidah tata bahasa, gaya bahasa, maupun pilihan kata berpengaruh terhadap terjemahan yang dihasilkan oleh mahasiswa. Oleh karena itu, mahasiswa sebaiknya bisa mempelajari dengan baik teori-teori tentang penerjemahan dan bahasa (Bsu maupun Bsa) sehingga dapat meningkatkan kemampuan dalam menerjemahkan sebuah teks.