SKRIPSI Jurusan Sastra Jerman - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Two Stay Two Stray dalam Pembelajaran Bahasa Jerman Kelas XI Lintas Minat SMA Negeri 1 Batu

Marlina Nur Fatmala

Abstrak


ABSTRAK

 

Fatmala, Marlina Nur. 2017. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Two Stay Two Stray dalam Pembelajaran Bahasa Jerman Kelas XI Lintas Minat SMA Negeri 1 Batu. Skripsi, Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Rizman Usman, M.Pd.

 

Kata Kunci: Penerapan model pembelajaran, Two Stay Two Stray.

Berdasarkan observasi selama pelaksanaan Kajian Praktek Lapangan (KPL) di SMA Negeri 1 Batu, pembelajaran bahasa Jerman di kelas kurang menarik. Salah satu penyebabnya adalah guru menggunakan model pembelajaran yang tidak menarik. Oleh karena itu penggunaan model pembelajaran yang tepat sangat penting. Salah satu model pembelajaran yang  dapat diterapkan dalam pembelajaran bahasa Jerman di kelas XI Lintas Minat SMA Negeri 1 Batu adalah model pembelajaran kooperatif Two Stay Two Stray.

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan proses pembelajaran penerapan model pembelajaran Two Stay Two Stray bagi siswa kelas XI Lintas Minat bahasa Jerman di SMA Negeri 1 Batu, (2) mendeskripsikan tanggapan guru dan juga siswa selama penerapan model pembelajaran Two Stay Two Stray berlangsung, dan (3) mendeskripsikan kelebihan dan kekurangan yang dimiliki model pembelajaran Two Stay Two Stray.

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data penelitian ini berupa aktivitas siswa selama proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran Two Stay Two Stray berlangsung dan informasi tentang bagaimana tanggapan guru dan siswa terhadap model pembelajaran tersebut. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas XI Lintas Minat SMA Negeri 1 Batu yang berjumlah 23 orang. Analisis data dilakukan dengan menganalisis data hasil observasi dan data hasil wawancara.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama proses pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran Two Stay Two Stray berlangsung, (a)siswa dapat aktif, (b)siswa lebih cepat memahami materi yang diberikan karena siswa bisa berdiskusi dalam kelompok, dan (c) siswa mendapatkan tutor sebaya. Penerapan model pembelajaran Two Stay Two Stray efektif karena siswa dapat memahami beberapa materi dalam sekali pertemuan. Model pembelajaran ini dapat diterapkan untuk pembelajaran bahasa Jerman di kelas. Guru dan siswa memberikan tanggapan yang baik selama proses pembelajaran dengan penerapan model ini berlangsung.