SKRIPSI Jurusan Sastra Jerman - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Metode Reciprocal Teaching dalam Pembelajaran Membaca Bahasa Jerman Siswa Kelas XI di SMA Negeri 3 Madiun

Rian Andiesa Tiradea

Abstrak


ABSTRAK

 

Tiradea, Rian Andiesa. 2017. Metode Reciprocal Teaching dalam Pembelajaran Membaca Bahasa Jerman Siswa Kelas XI di SMA Negeri 3 Madiun. Skripsi. Jurusan Sastra Jerman, Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Tiksno Widyatmoko, M. A.

 

Kata Kunci: metode Reciprocal Teaching, pembelajaran bahasa Jerman, keterampilan membaca

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode Reciprocal Teaching dalam pembelajaran membaca bahasa Jerman siswa kelas XI di SMA Negeri 3 Madiun.  Penelitian ini termasuk metode penelitian kualitatif, karena penelitian ini untuk mendapat informasi dan mendeskripsikan secara teliti dalam menerapkan metode pembelajaran Reciprocal Teaching di dalam kelas. Sumber data penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 3 SMAN 3 Madiun yang berjumlah 26 siswa. Data yang diambil dalam penelitian ini adalah hasil observasi dan catatan lapangan dengan menggunakan instrumen yang berupa lembar observasi dan catatan lapangan. Metode Reciprocal Teaching ini menggunakan enam tahap dalam penerapannya, meliputi 1) mengelompokkan siswa dan diskusi kelompok, 2) membuat pertanyaan, 3) menyajikan hasil kelompok, 4) mengklarifikasi permasalahan, 5) memberikan soal latihan, dan 6) menyimpulkan materi yang dipelajari.

 

Hasil penelitian dari penerapan metode Reciprocal Teaching dalam pembelajaran membaca bahasa Jerman siswa kelas XI SMA Negeri 3 Madiun menunjukkan bahwa seluruh siswa menjadi aktif dalam pembelajaran bahasa Jerman. Siswa dengan mudah mempelajari materi dengan cara berdiskusi dengan kelompok. Namun selain kelebihan dalam hasil penelitian ini, ada juga kelemahan yang ditemukan, yaitu situasi kelas cenderung gaduh karena siswa bekerja secara berkelompok dan pengajar hanya dapat memantau satu per satu, maka siswa dapat mengobrol dengan teman sekelompoknya dengan leluasa saat pengajar tidak memantau kelompok tersebut.