SKRIPSI Jurusan Sastra Jerman - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hasil Penerapan Teknik Transposisi pada Penerjemahan Dongeng “Hänsel und Gretel”

Fabri Satriya Pambudi.

Abstrak


ABSTRAK

 

Di dalam penerjemahan terdapat dua aspek yang menentukan kualitas hasil terjemahan. Kedua aspek tersebut adalah akurasi dan akseptabilitas. Istilah akurasi (keakuratan) menyangkut keutuhan pesan yang diterjemahkan, sedangkan akseptabilitas (keberterimaan) menyangkut kebenaran struktur teks bahasa sasaran. Penerjemah melakukan cara-cara untuk mencapai keakuratan dan keberterimaan. Teknik penerjemahan merupakan cara yang dimaksud.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan transposisi yang diterapkan Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jerman UM angkatan tahun 2013. Untuk itu, peneliti juga menganalisis keakuratan dan keberterimaan satuan lingual hasil penerapan transposisi pada penerjemahan cerpen “Hänsel und Gretel“ beserta faktor-faktor yang melatarbelakangi penerepan teknik transposisi dengan menggunakan metode penelitian deskriptif.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, transposisi diterapkan pada penerjemahan cerpen “Hänsel und Gretel“ karena dapat mempermudah proses penerjemahan dan membuat hasil terjemahan menjadi lebih mudah dipahami. Namun, hasil transposisi yang diterapkan pada satuan lingual (kata, frasa, klausa, dan kalimat) dongeng  “Hänsel und Gretel“ memiliki keakuratan dan keberterimaan yang berbeda-beda. Sebagian besar penerapan satuan lingual hasil penerapan transposisi sudah akurat dan berterima, karena makna disampaikan dengan sepadan dan mudah dipahami. Namun terdapat beberapa satuan lingual hasil penerapan teknik transposisi yang kurang berterima karena terdapat distorsi makna dan kesalahan gramatikal. Hanya sedikit data yang tidak akurat dan berterima. Hal itu dapat dibuktikan dengan adanya satuan lingual yang tidak diterjemahkan dan penggunaan istilah yang asing. Pemahaman teknik penerjemahan transposisi merupakan faktor yang mempengaruhi keakuratan dan keberterimaan hasil penerapan teknik transposisi.

 

Untuk meningkatkan kualitas hasil terjemahan pada pembelajaran dalam matakuliah Übersetzung, maka dibutuhkan bekal ilmu pengetahuan yang cukup. Pengetahuan tersebut dapat diperoleh pada perkuliahan Teori Terjemahan. Berdasarkan hasil penelitian, tidak ada mahasiswa yang dapat mendeskripsikan pengertian transposisi dengan benar. Sebaiknya mahasiswa belajar penerjemahan lebih serius lagi. Selain itu, sebaiknya dosen pengampu mata kuliah yang berkaitan dengan penerjemahan menyajikan metode pembelajaran yang lebih baik, seperti contoh discovery learning agar ilmu yang diajarkan dapat diterapkan dengan baik.