SKRIPSI Jurusan Sastra Jerman - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT dalam Pembelajaran Bahasa Mandarin Kelas XI Lintas Minat SMAN 6 Malang

ipung hadi wantoro, Dzun Nun Septin Renda Rabbany

Abstrak


Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT (Team Game Tournament) dalam Pembelajaran Bahasa Mandarin Kelas XI Lintas Minat SMAN 6 Malang yang dapat mewadahi keaktifan siswa dalam pembelajaran tersebut. Model pembelajaran kooperatif tipe TGT adalah model pembelajaran yang melibatkan aktivitas seluruh siswa dalam kelas tanpa ada perbedaan status, melibatkan peran siswa untuk menjadi tutor sebaya bagi siswa lain, serta mengandung unsur permainan dan penguatan materi.

 Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang mendeskripsikan proses penerapan model pembelajaran TGT dalam kelas bahasa Mandarin. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Data hasil penelitian dideskripsikan secara sistematis sesuai dengan keadaan di lapangan. Tahapan yang dilaksanakan dalam penerapan model pembelajaran ini yaitu,  (1) presentasi kelas yang merupakan tahap pematangan konsep materi (2) team merupakan tahapan siswa untuk saling berdiskusi dengan kelompok (3) game yang merupakan pemberian pertanyaan terkait dengan materi (4) tournamentuntuk menguji tingkat pemahaman individu dan rasa tanggung jawab individu terhadap kelompoknya, dan (5) penghargaan kelas yang merupakan cara guru mengapresiasi usaha siswa dalam pembelajaran berdasarkan skor yang diperoleh setiap kelompok sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.

Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa penerapan model pembelajaran TGT (Team Game Tournament)  mempengaruhi tingkat pemahaman siswa kelas XI Lintas Minat bahasa Mandarin SMAN 6 Malang terhadap materi dan dapat membangun interaksi antar siswa di kelas sehingga tercipta kedekatan emosional antar siswa. Tahapan-tahapan yang terdapat dalam TGT dapat menumbuhkan sebuah keselarasan antara kognitif dan sosial siswa. Selain itu adanya kompetisi dalam game dan tournament dapat menumbuhkan jiwa kompetitif siswa di kelas tersebut.