SKRIPSI Jurusan Sastra Jerman - Fakultas Sastra UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Übungsbuch (Mobile) Sebagai Bahan Ajar Bahasa Jerman Dalam Tema Familie Di SMAN 9 Malang Kelas XI Lintas Minat

Adinda Gusti Mahayekti Pramatya

Abstrak


Bahan ajar merupakan segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu pendidik dalam proses pembelajaran.Observasi awal dilakukan peneliti pada saat pelaksanaan Program Pengalaman Lapangan (PPL) di SMAN 9 Malang.Berdasarkan pengamatan, media yang digunakan di SMAN 9 Malang terkesan kurang variatif dan inovatif. Hal ini menyebabkan siswa kurang termotivasi. Berdasarkan hal tersebut dibutuhkan  media yang dapat menarik minat siswa untuk belajar bahasa Jerman. Oleh karena itu dikembangkanmediaÜbungsbuchyang berbasis Mobile.

Penelitian pengembangan ini menggunakan model pngembanganfour D (4-D) yang dikembangkan oleh Thiagarajan (1974). Penelitian ini hanya melakukan 3 tahapan yaitu define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan). Tahap disseminate (penyebar luasan) tidak dilakukan karena keterbatasan biaya, waktu dan hanya terbatas untuk siswa kelas XI lintas minat di SMAN 9.Sebelum uji produk, media divalidasi terlebih dahulu oleh ahli materi dan ahli media. Uji coba produk dilaksanakan pada dua tahap, yaitu uji coba skala kecil pada enam siswa dan uji coba skala besar pada 25 siswa kelas XI Lintas Minat.

Hasil validasi oleh ahli materi Übungsbuch (Mobile) ini menunjukkan  persentase sebesar 93,3% dengan  kriteria sangat baik dan kluasifikasi sangat layak. Hasil validasi oleh ahli media menunjukkan persentase sebesar 88,86% termasuk pada kriteria sangat baik dengan kluasifikasi sangat layak. Rerata hasil uji coba skala kecil (kepraktisan) menunjukkan persentase sebesar 90,41 %  menunjukan bahwa Übungsbuch(Mobile) ini sangat praktis dan hasil uji coba skala luas (Keterbacaan) sebesar 86,1 % menunjukan bahwa Übungsbuch(Mobile)memiliki tingkat keterbacaan produk yang sangat layak bagi siswa. Berdasarkan hasil pengembangan, Übungsbuch (Mobile) memiliki kriteria sangat layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran.

berjumlah 150 Hanzi.  Materi Chinese Scrabble telah divalidasi oleh ahli media, kemudian materi yang ada di kartu Hanzi telah dinyatakan sesuai dengan kemampuan siswa kelas XI lintas Minat.

 

 

Uji coba media ini telah dilaksanakan di SMAN 6 Malang pada bulam Agustus 2016 lalu. Dari uji coba yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa media Chinese Scrabble ini, sudah layak digunakan untuk pembelajaran kosakata bahasa Mandarin. Selain itu, media Chinese Scrabble mampu menarik minat siswa dalam belajar bahasa Mandarin. Siswa termotivasi untuk mengingat dan menghafal kosakata yang telah mereka pelajari agar mendapatkan skor yang tinggi. Dengan dikembangkannya media Chinese Scrabble diharapkan agar proses belajar bahasa Mandarin dapat lebih efektif.