SKRIPSI Jurusan Sastra Jerman - Fakultas Sastra UM, 2007

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Korelasi antara Kemampuan Membaca Pemahaman dan Mengarang Eksposisi Mahasiswa Sastra Jerman Universitas Negeri Malang

Rizqa Muthoharoh

Abstrak


Dalam pengajaran bahasa, keterampilan membaca dan mengarang merupakan keterampilan yang mempunyai kaitan sangat erat. Salah satu jenis membaca yang sering digunakan dalam pembelajaran bahasa di tingkat universitas adalah membaca pemahaman. Membaca pemahaman bertujuan untuk memahami isi bacaan dan mencari informasi dalam sebuah bacaan. Selain itu, membaca pemahaman juga dapat memberikan informasi tentang ide, fakta, teori – teori dan lain – lain yang berfungsi sebagai sumber ilmu pengetahuan dan pengalaman membaca. Dengan demikian, kemampuan membaca pemahaman dapat menunjang kemampuan mengarang, khususnya mengarang eksposisi.

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kemampuan mahasiswa Sastra Jerman angkatan 2005/2006 dalam menangkap ide pokok paragraf, menangkap ide – ide penjelas paragraf, dan menangkap isi bacaan dalam membaca pemahaman, (2) mengetahui kemampuan mahasiswa Sastra Jerman angkatan 2005/2006 dalam memaparkan ide pokok paragraf, memaparkan ide – ide penjelas paragraf, dan memaparkan isi bacaan dalam mengarang eksposisi, (3) mengetahui apakah ada hubungan antara kemampuan mahasiswa Sastra Jerman angkatan 2005/2006 dalam menangkap ide pokok paragraf, menangkap ide – ide penjelas paragraf dan menangkap isi bacaan dalam membaca pemahaman dan kemampuan mahasiswa Sastra Jerman angkatan 2005/2006 dalam memaparkan ide pokok paragraf, memaparkan ide – ide penjelas paragraf dan memaparkan isi bacaan dalam mengarang eksposisi.

Sampel penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Sastra Jerman angkatan 2005/2006 dengan jumlah responden sebanyak 27 mahasiswa. Metode pengumpulan data melalui tes kemampuan membaca pemahaman dan mengarang eksposisi. Teknik analisis data yang digunakan adalah persentase, frekuensi dan teknik korelasi product moment.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kemampuan mahasiswa Sastra Jerman angkatan 2005/2006 dalam membaca pemahaman: (a) menentukan ide pokok paragraf: rendah, (b) menentukan ide – ide penjelas paragraf: sangat tinggi,

(c) menentukan isi bacaan: tinggi, (2) kemampuan mahasiswa Sastra Jerman angkatan 2005/2006 dalam mengarang eksposisi: (a)  memaparkan ide pokok paragraf: tinggi, (b) memaparkan ide – ide penjelas paragraf: sangat tinggi, (c) memaparkan isi bacaan: tinggi, (3) tidak terdapat hubungan antara Kemampuan Membaca Pemahaman dan Mengarang Eksposisi Mahasiswa Sastra Jerman Universitas Negeri Malang, karena hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien korelasi antara membaca pemahaman dan mengarang eksposisi hanya sebesar 0,116. Hal tersebut berarti bahwa mahasiswa yang mempunyai kemampuan dalam membaca pemahaman tidak selalu mempunyai kemampuan yang baik dalam mengarang ekspoisisi. Adapun mahasiswa yang mempunyai kemampuan yang baik dalam mengarang eksposisi tidak selalu mempunyai kemampuan yang baik dalam membaca pemahaman.

Dari hasil penelitian tersebut, dosen matakuliah membaca dan mengarang disarankan agar lebih banyak memberikan latihan tentang membaca pemahaman dan mengarang eksposisi, sehingga kemampuan mahasiswa dalam membaca pemahaman dan mengarang eksposisi dapat meningkat. Selain itu, mahasiswa juga disarankan untuk lebih banyak membaca teks – teks berbahasa jerman dan mengarang dalam bahasa jerman, sehingga kemampuan membaca dan mengarang mahasiswa dapat meningkat lebih baik.