SKRIPSI Jurusan Sastra Jerman - Fakultas Sastra UM, 2007

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan antara Metode Pembelajaran Dosen, Kebiasaan Belajar dan Prestasi Belajar Mahasiswa Angkatan Tahun 2006 pada Matakuliah Struktur und Wortschatz I

Wijayanti Akbar

Abstrak


Dalam proses pembelajaran pengajar memerlukan suatu metode pembelajaran yang bisa menarik perhatian mahasiswa sehingga bisa meningkatkan motivasi belajar dan membantu pembelajar untuk bisa memahami materi kuliah dengan lebih mudah. Dengan demikian pembelajar bisa mencapai prestasi yang maksimal. Kebiasaan belajar yang baik juga bisa meningkatkan prestasi pembelajar. Pembelajar yang mempunyai kebiasaan belajar yang baik bisa mencapai nilai atau prestasi yang baik pula. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa dari tahun ke tahun selalu ada mahasiswa yang tidak lulus mata kuliah Struktur und Wortschatz I.

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menggambarkan metode pembelajaran dosen, (2) menggambarkan kebiasaan belajar mahasiswa, (3) menggambarkan  prestasi belajar mahasiswa angkatan tahun 2006 yang mengikuti mata kuliah Struktur und Wortschatz I, (4) mengetahui hubungan antara metode pembelajaran dosen dan prestasi belajar mahasiswa dan (5) mengetahui hubungan antara kebiasaan belajar dan prestasi belajar mahasiswa. Penelitian ini dilakukan di Jurusan Sastra Jerman Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang pada mata kuliah Struktur und Wortschatz I. Sampel yang digunakan adalah seluruh mahasiswa yang mengikuti mata kuliah tersebut, yaitu sebanyak 29 mahasiswa. Rancangan penelitian adalah penelitian kuantitatif dan deskriptif.

Data dikumpulkan melalui observasi untuk melihat metode pembelajaran dosen, angket untuk mengetahui kebiasaan belajar mahasiswa serta metode pembelajaran dosen dan nilai UTS mahasiswa angkatan tahun 2006 pada mata kuliah Struktur und Wortschatz I. Data observasi menunjukkan bahwa baik dosen yang mengajar di offering A maupun dosen yang mengajar di offering B tidak menerapkan semua tugas atau langkah-langkah metode yang seharusnya dilakukan. Misalnya, pada metode CTL dosen tidak menyadarkan mahasiswa untuk menerapkan strategi belajar dalam membangun sendiri pemahamannya, dan dalam metode ceramah dosen serta mahasiswa tidak menyimpulkan hasil ceramah. Oleh karena itu, mahasiswa tidak bisa memahami seluruh materi kuliah.  

Hasil penelitian menunujukkan (1) dosen yang mengajar di offering A dan B selalu menggunakan variasi metode, (2) kebiasaan belajar mahasiswa offering A dan B rata-rata dikategorikan kurang baik, (3) prestasi belajar mahasiswa offering A rata-rata dikategorikan cukup, yaitu C (47,06%) dan prestasi belajar mahasiswa offering B rata-rata dikategorikan baik, yaitu B dan B+ (25%), (4) terdapat hubungan yang positif antara metode pembelajaran dan prestasi belajar mahasiswa offering A angkatan tahun 2006 pada matakuliah Struktur und Wortschatz I, (5) terdapat hubungan yang positif antara metode pembelajaran dan prestasi belajar mahasiswa offering B angkatan tahun 2006 pada matakuliah Struktur und Wortschatz I, (6) terdapat hubungan yang positif antara kebiasaan belajar dan prestasi belajar mahasiswa offering A angkatan tahun 2006 pada matakuliah Struktur und Wortschatz I dan (7) terdapat hubungan yang positif antara kebiasaan belajar dan prestasi belajar mahasiswa offering B angkatan tahun 2006 pada matakuliah Struktur und Wortschatz I.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan agar (1) mahasiswa yang mempunyai kebiasaan belajar kurang baik untuk lebih memperhatikan kebiasaan belajarnya dan memperbaiki kebiasaan belajar yang kurang baik, (2) dosen lebih memperhatikan pemilihan metode pembelajaran yang digunakan sehingga bisa membantu mahasiswa memahami materi kuliah.