SKRIPSI Jurusan Sastra Jerman - Fakultas Sastra UM, 2007

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penggunaan Valensi Kata Kerja Berawalan dalam Buku Kontakte Deutsch III oleh Siswa SMAN O7 Malang Kelas XII Bahasa Jerman. Skripsi.

Ulan Damayanti

Abstrak


Penggunaan valensi kata kerja sebagai salah satu bentuk penggunaan gramatik merupakan bagian penting unsur bahasa dan dasar pembelajaran bahasa kedua atau bahasa asing. Dengan memahami penggunaan valensi kata kerja, kita bisa memahami dan membentuk kalimat yang tepat baik secara gramatikal maupuan semantis.

            Valensi kata kerja tidak diajarkan secara parsial kepada pembelajar melainkan terintegrasi dengan tema yang mereka pelajari. Dalam kasusnya, valensi sebuah kata kerja sering berubah karena adanya proses penambahan awalan pada kata kerja tersebut sehingga hal ini sering menimbulkan kesulitan bagi pembelajar untuk memahami dan membentuk kalimat yang tepat baik secara gramatikal maupun semantis. Hal inilah yang melatarbelakangi penulis meneliti penggunaan valensi kata kerja berawalan.

            Penelitian tentang penggunaan valensi kata kerja berawalan ini dilakukan dengan meneliti kesalahan-kesalahan yang terdapat dalam karangan siswa yang tentu saja mengandung kata kerja berawalan yang sudah mereka pelajari di dalamnya. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa SMA kelas XII yang sedang menggunakan buku Kontakte Deutsch III, maka kata kerja berawalan yang mereka gunakan adalah yang terdapat dalam buku tersebut. Jadi penelitian ini tidak hanya bertujuan untuk meneliti penggunaan valensi kata kerja berawalan oleh siswa tetapi juga untuk mengenal jenis dan bentuk kata kerja berawalan yang terdapat dalam buku Kontakte Deutsch III beserta valensinya.

            Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan tes. Observasi digunakan untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap penggunaan valensi kata kerja berawalan di kelas sedangkan tes digunakan sebagai tolak ukur untuk mengetahui penggunaan valensi kata kerja berawalan oleh siswa.

            Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan-kesalahan siswa dalam penggunaan valensi kata kerja berawalan meliputi kesalahan pemaknaan kata kerja berawalan yang digunakan, pengkonjugasian, pembentukan kalimat dan penggunaan valensinya yang berkaitan dengan kasus maupun artikel dari obyek yang digunakan dalam kalimat. Dari hasil tes diketahui bahwa siswa SMAN 07 Malang kelas XII bahasa Jerman dapat menggunakan valensi kata kerja berawalan dengan baik. Hal ini terbukti dari 41 kata kerja berawalan yang digunakan siswa sebanyak 258 kali hanya ditemukan 45 kesalahan baik yang berkaitan dengan pemaknaan kata kerja berawalan, pengkonjugasian maupun valensinya dan hal ini berarti siswa hanya melakukan 17,44 % kesalahan dari frekuensi pemakaiannya.

            Bertolak dari hasil penelitian di atas, dapat diberikan beberapa saran, yaitu (1) Kepada pembelajar bahasa Jerman agar terus mengembangkan kemampuan-nya dalam menggunakan vaensi kata kerja berawalan (2) Kepada pengajar bahasa Jerman agar menggunakan media dan strategi yang sesuai dalam mengajarkan valensi kata kerja berawalan agar mempermudah pembelajar untuk mempelajari penggunaannya dan (3) Kepada peneliti selanjutnya yang ingin mengadakan penelitian di bidang yang sama agar menjadikan temuan penelitian ini sebagai acuan dan masukan untuk penelitian lebih lanjut dan mendalam.