SKRIPSI Jurusan Sastra Jerman - Fakultas Sastra UM, 2007

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Der Zusammenhang zwischen der Beherrschung der Übersetzungstheorien und der Übersetzungsfähigkeit in der Vorlesung Übersetzung Deutsch Indonesisch der DeutschstudentInnen im Jahrgang 2004/2005.

Nani Wahyuning Marita

Abstrak


Di dalam terjemahan terdapat teori   teori yang digunakan oleh

penerjemah sebagai dasar dan pandangan dalam praktek menerjemahkan. Di

dalam teori tersebut, penerjemah tidak hanya belajar tentang definisi terjemahan,

tetapi mereka juga belajar tentang syarat   syarat terjemahan, teknik   teknik

menerjemahkan dan dasar terjemahan yang lain. Menerapkan teori terjemahan

dalam sebuah praktek menerjemahkan adalah masalah yang penting di dalam

proses belajar mengajar bahasa asing. Mahasiswa bahasa Jerman dibekali

pengetahuan tentang teori terjemahan pada semester 4. Hal ini bertujuan agar

mereka mengetahui dan mengerti tentang teori   teori terjemahan yang sudah

dipelajari, sehingga pada saat mereka mengikuti mata kuliah Übersetzung Deutsch

- Indonesisch, mereka dapat menerjemahkan dengan baik. Oleh karena itu,

penelitian tentang hubungan antara penguasaan teori terjemahan dan kemampuan

menerjemahkan mahasiswa angkatan 2004/2005 sangat penting untuk dilakukan.

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan tentang penguasaan terhadap

teori terjemahan dan kemampuan menerjemahkan mahasiswa angkatan 2004/2005

Universitas Negeri Malang. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk

mengetahui hubungan antara penguasaan teori terjemahan dan kemampuan

menerjemahkan mahasiswa.

Subjek penelitian  ini adalah mahasiswa angkatan 2004 semester 5

Universitas Negeri Malang, yang menempuh matakuliah Übersetzung Deutsch -

Indonesisch, dengan jumlah sebanyak 30 mahasiswa. Metode yang digunakan

adalah metode deskriptif kuantitatif, sedangkan pengumpulan datanya

menggunakan daftar nilai mahasiswa pada matakuliah teori terjemahan dan

Übersetzung Deutsch - Indonesisch, angket dan observasi sebagai data sekunder.

Teknik analisa data yang digunakan oleh peneliti adalah persentase dan korelasi

Product Moment.

Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara penguasaan

mahasiswa terhadap teori terjemahan dengan kemampuan menerjemahkan

mahasiwa angkatan 2004/2005. Hasil perhitungan dengan menggunakan teknik

analisa Product Moment menghasilkan rxy 0,448 dengan taraf signikasi r 0,05

(95%) = 0,361. Oleh karena itu rxy > r. Artinya, rxy signifikan dengan taraf

signikasi 95%. 

Pada matakuliah teori terjemahan sebanyak 70% mahasiswa tidak

mendapat nilai yang baik. Sebaliknya hanya 10% mahsiswa yang juga tidak 

mendapat nilai baik pada matakuliah Übersetzung Deutsch - Indonesisch. Hal ini

membuktikan bahwa pengetahuan mahasiswa tentang terjemahan pada matakuliah Deutsch   Indonesisch lebih baik daripada pada saat mereka mengikuti

matakuliah teori terjemahan. 

Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara penguasaan

teori terjemahan dengan kemampuan menerjemahkan mahasiswa bahasa Jerman

angkatan 2004/2005 dengan arah korelasi yang positif. Arah korelasi positif

berarti semakin besar nilai mahasiswa dalam teori terjemahan, semakin besar pula

nilai mahasiswa pada mata kuliah Übersetzung Deutsch   Indonesisch.