SKRIPSI Jurusan Sastra Jerman - Fakultas Sastra UM, 2007

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Media Teka–Teki Silang Yang Digabung Dengan Gambar Berwarna Sebagai Media Pengajaran

Chofiatus Saadah

Abstrak


Media pengajaran merupakan salah satu faktor pendukung dalam proses belajar mengajar bahasa Jerman. Salah satu bentuk media yang menarik untuk dikembangkan adalah teka–teki silang. Media ini dikembangkan berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan di SMA Negeri 01 Malang, SMA Negeri Tumpang, SMA Lab.UM, dan SMA Islam Kepanjen. Sebanyak 85 siswa (69,67% responden) mengalami kesulitan dalam menghafal kosakata. Melalui pengembangan media ini diharapkan dapat membantu siswa untuk mengatasi kesulitan tersebut.

            Teka–teki silang dalam pengembangan ini digabung dengan gambar berwarna sebagai pertanyaan mendatar dan menurun. Dengan demikian diharapkan dapat menumbuhkan minat dan semangat siswa dalam belajar bahasa Jerman. Secara khusus, media yang dihasilkan dalam pengembangan ini ditujukan bagi siswa kelas XI. Bahasa SMA, khususnya untuk pelajaran bahasa Jerman dengan tema Einkaufen.

            Setelah produk teka–teki silang yang digabung dengan gambar berwarna ini selesai dibuat beserta seluruh perangkatnya, selanjutnya dilakukan uji coba tahap pertama. Pada tahap ini media dikonsultasikan terlebih dahulu kepada pembimbing. Kemudian media dipresentasikan di hadapan ahli media, ahli materi, dan guru bidang studi. Media ini kemudian disempurnakan berdasarkan hasil data angket dan masukan dari ketiga ahli tersebut.

            Setelah direvisi, selanjutnya diadakan uji coba tahap kedua yang dilakukan di sekolah. Ada dua jenis data yang diperoleh dari uji coba tahap kedua ini, yaitu data angket siswa dan data hasil belajar siswa. Untuk mendapatkan data hasil belajar siswa pengembang mengadakan pre- dan posttest. Bentuk soal dalam pre- dan posttest dirancang secara khusus untuk dapat mengukur penguasaan  kosakata siswa.

          Seluruh data yang telah terkumpul kemudian dianalisis. Adapun hasil analisis data angket dapat dijelaskan sebagai berikut;

1.      Angket ahli media mencapai persentase 82,45%, hal ini berarti media teka– teki silang yang digabung dengan gambar berwarna ini memenuhi kriteria sangat valid.

2.     

  i

  Angket ahli materi mencapai persentase 80,76%, hal ini berarti media teka– teki silang yang digabung dengan gambar berwarna ini memenuhi kriteria valid.

3.      Angket guru bidang studi mencapai persentase 89,36%, hal ini berarti media teka–teki silang yang digabung dengan gambar berwarna ini memenuhi kriteria sangat valid.

4.      Angket siswa kelas XI. Bahasa SMA Negeri Tumpang mencapai persentase 90,76%, hal ini berarti media teka–teki silang yang digabung dengan gambar berwarna ini memenuhi kriteria sangat valid.

5.      Angket siswa kelas XI. Bahasa SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang mencapai persentase 90,51%, hal ini berarti media teka–teki silang yang digabung dengan gambar berwarna ini memenuhi kriteria sangat valid.

Sementara itu, analisis data hasil belajar siswa dapat dijelaskan sebagai berikut;

1.    Di SMA Negeri Tumpang penguasaan kosakata siswa rata–rata  mengalami peningkatan sebesar 46,15%.

2.    Di SMA Lab. UM penguasaan kosakata siswa rata–rata  mengalami peningkatan sebesar 15,38%.

Penggunaan media ini dalam proses belajar mengajar harus disesuaikan dengan kondisi masing–masing sekolah. Untuk pengembangan selanjutnya, disarankan agar media teka–teki silang ini dikembangkan untuk tema–tema yang lain dengan bentuk materi dan latihan yang lebih variatif. Selain itu, memper-timbangkan hasil observasi awal yang menunjukkan tingginya jumlah siswa yang mengalami kesulitan dalam pemahaman gramatika, disarankan agar dikembangkan media yang mampu membantu siswa dalam memahami gramatika bahasa Jerman.