SKRIPSI Jurusan Sastra Jerman - Fakultas Sastra UM, 2006

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Faktor-faktor Kesulitan Mahasiswa Jurusan Sastra Jerman angkatan 2004 Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang dalam Berbicara Bahasa Jerman

Ernaningsih Ari Lestari

Abstrak


<!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:Batang; panose-1:2 3 6 0 0 1 1 1 1 1; mso-font-alt:바탕; mso-font-charset:129; mso-generic-font-family:auto; mso-font-format:other; mso-font-pitch:fixed; mso-font-signature:1 151388160 16 0 524288 0;} @font-face {font-family:"\@Batang"; panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; mso-font-charset:129; mso-generic-font-family:auto; mso-font-format:other; mso-font-pitch:fixed; mso-font-signature:1 151388160 16 0 524288 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:""; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-font-family:Batang; mso-no-proof:yes;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} -->

Dari empat keterampilan berbahasa yaitu membaca, menyimak, menulis dan berbicara, berbicara merupakan kegiatan berbahasa dalam bentuk lisan yang memiliki frekuensi pemakaian lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain dan memiliki cara kerja yang sangat kompleks. Ketika seseorang mempelajari bahasa asing, ia harus berani  berbicara dengan menggunakan bahasa asing tersebut, karena dengan berbicara sangat membantu seseorang yang sedang belajar bahasa asing.

Berdasarkan fakta di lapangan, penulis melihat ada sebagian pembelajar bahasa Jerman yang mengalami kesulitan dalam berbicara karena kurangnya penguasaan dalam faktor kebahasaan dan faktor non kebahasaan. Kesulitan yang paling sering dialami disebabkan karena kurangnya penguasaan pada kosakata, penggunaan kalimat, keberanian dan penguasaan materi. Hal inilah yang melatarbelakangi penulis untuk meneliti faktor kesulitan kebahasaan dan faktor kesulitan non kebahasaan mahasiswa Jurusan Sastra Jerman dalam berbicara bahasa Jerman.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, angket, dan perekaman hasil Ujian Tengah Semester dan interview. Observasi digunakan untuk melihat kemampuan berbicara mahasiswa dalam matakuliah Konversation II, baik pada faktor kebahasaan maupun non kebahasaan. Angket digunakan untuk mengetahui kesulitan-kesulitan yang dirasakan mahasiswa dalam berbicara bahasa Jerman. Perekaman digunakan untuk melihat kemampuan mahasiswa berbicara bahasa Jerman, terutama pada faktor kebahasaan. Interview digunakan untuk mengetahui penyebab kesulitan mahasiswa dalam berbicara bahasa Jerman.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa banyak mengalami kesulitan ketika berbicara dengan bahasa Jerman, terutama pada faktor kebahasaan, yaitu kosakata, struktur kalimat, intonasi dan pengucapan. Pada faktor non kebahasaan, mahasiswa mengalami kesulitan hanya pada sikap. Penyebab kesulitan mahasiswa berbicara bahasa Jerman, lebih disebabkan karena (1) adanya rasa grogi, (2) adanya rasa takut, (3) kurangnya penguasaan pada pengucapan kata bahasa Jerman, (4) kurangnya penguasaan pada intonasi bahasa Jerman, (5) kurangnya penguasaan kosakata bahasa Jerman, (6) kurangnya penguasaan struktur kalimat bahasa Jerman.

Berdasarkan dari hasil penelitian di atas, dapat diberikan beberapa saran yaitu (1) agar mahasiswa terus melatih kemampuan berbicara bahasa Jerman, (2) agar dosen menemukan cara yang tepat untuk menangani mahasiswa yang mengalami kesulitan berbicara, (3) agar penelitian selanjutnya memanfaatkan hasil penelitian ini untuk melakukan kajian yang lebih dalam dan luas.