SKRIPSI Jurusan Sastra Jerman - Fakultas Sastra UM, 2006

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kesulitan Gramatikal Bahasa Jerman Mahasiswa dalam Menerjemahkan Teks Berbahasa Indonesia ke dalam Bahasa Jerman

Moralisa Moralisa

Abstrak


Kesulitan gramatikal bahasa Jerman yang dialami mahasiswa merupakan salah satu penyebab timbulnya kesalahan dalam menerjemahkan teks berbahasa Indonesia ke dalam bahasa Jerman. Hal tersebut dapat diketahui dari hasil terjemahan mahasiswa Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang, yang mengikuti mata kuliah Übersetzung Indonesisch-Deutsch tahun ajaran 2004/ 2005. Pada hasil terjemahan mahasiswa ditemukan beberapa kesalahan struktur gramatikal bahasa Jerman. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk menganalisis bentuk-bentuk kesulitan gramatikal bahasa Jerman yang dialami mahasiswa  dalam menerjemahkan teks berbahasa Indonesia ke dalam bahasa Jerman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kesulitan gramatikal bahasa Jerman pada morfologi dan sintaksis.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif. Sumber data  utama yang digunakan adalah teks hasil terjemahan mahasiswa Jurusan Sastra Jerman yang memprogram mata kuliah Übersetzung Indonesisch-Deutsch tahun ajaran 2004/ 2005. Teks asli digunakan sebagai sumber data pendukung. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik dokumentasi. Kemudian data diseleksi dan diklasifikasikan sesuai dengan jenisnya. Selanjutnya data dianalisis. Setelah itu data dikonsultasikan dengan salah satu dosen dari Jurusan Sastra Jerman  yang merupakan penutur asli bahasa Jerman. Selain itu, data juga didiskusikan dengan teman sejawat yang mempunyai kemampuan lebih dalam penguasaan gramatikal bahasa Jerman dan dalam bidang penerjemahan.

Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) bentuk kesulitan gramatikal bahasa Jerman pada tataran morfologi, meliputi kesalahan pengkonjugasian kata kerja berdasarkan jumlah persona, kesalahan pembentukan kata kerja dalam kalimat pasif, kesalahan deklinasi kata benda dalam kasus genitif, dan kesalahan deklinasi kata sifat dalam bentuk perbandingan; (2) bentuk kesulitan gramatikal bahasa Jerman pada tataran sintaksis, meliputi pembentukan frase, penghilangan subyek dan predikat dalam Hauptsatz, penambahan predikat dalam Hauptsatz, penghilangan subyek dan predikat dalam Nebensatz, dan kesalahurutan dalam menyusun kata sesuai dengan gramatika bahasa Jerman. Bentuk-bentuk kesulitan tersebut disebabkan oleh kurangnya penguasaan gramatika bahasa Jerman. Selain itu mahasiswa tidak melakukan analisis struktur gramatikal bahasa sumber terlebih dahulu, sehingga mahasiswa menerjemahkan secara harfiah.