SKRIPSI Jurusan Sastra Jerman - Fakultas Sastra UM, 2006

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kemampuan Menulis Paragraf pada Matakuliah Aufsatz I Mahasiswa Angkatan 2004/2005 Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang

Elza Elza

Abstrak


Kemampuan komunikasi tulis merupakan aspek berbahasa yang tergolong rumit. Selain harus mengerahkan semua pikiran, kemampuan, dan  pengalaman, penulis harus mampu menyajikan sebuah tulisan yang dapat diterima dan dimengerti oleh pembaca. Menulis merupakan kegiatan untuk menyampaikan informasi, mempengaruhi, memberi kesenangan kepada orang lain. Selain itu, menulis juga merupakan kegiatan komunikasi verbal. Dalam kemampuan berbahasa ini, ide-ide penulis harus disampaikan dalam bentuk kata, frasa, klausa, kalimat dan paragraf.

Kegunaan paragraf adalah untuk memudahkan memahami pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam suatu karangan.

Keterampilan menulis pertama diajarkan kepada mahasiswa dalam matakuliah Aufsatz I. Kenyataan menunjukkan bahwa mahasiswa menemui kesulitan dalam menulis sebuah karangan yang tidak diberikan kerangka pikiran (Leitpunkte) terlebih dahulu dan mereka membutuhkan waktu yang sangat lama dalam menyelesaikan sebuah karangan.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan menulis paragraf mahasiswa Jurusan Sastra Jerman pada matakuliah Aufsatz I yang memenuhi syarat: (a) kesatuan, (b) kepaduan, dan (c) pengembangan.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan wawancara. Tes digunakan sebagai tolok ukur kemampuan menulis mahasiswa. Wawancara digunakan untuk mengetahui kesulitan-kesulitan yang dihadapi mahasiswa.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menulis paragraf mahasiswa Jurusan Sastra Jerman tergolong dalam kategori baik. Hal ini terbukti dari jumlah mahasiswa yang mendapatkan nilai baik dalam tes menulis, yaitu 20 orang atau 68,97%. Sebanyak 16 mahasiswa mampu menulis paragraf yang memenuhi syarat kesatuan dengan baik, sebanyak 8 mahasiswa mampu menulis paragraf yang memenuhi syarat kepaduan dengan baik, dan sebanyak 10 mahasiswa mampu menulis paragraf yang memenuhi syarat pengembangan dengan baik.

 

 

 

 

 

i

 

  Bertolak dari hasil penelitian di atas, dapat diberikan beberapa saran, yaitu     (1) mahasiswa diharapkan dapat menulis karangan yang berkesinambungan isinya,

yang antar kalimatnya terjalin dengan padu, meskipun tanpa kerangka pikiran, (2) dapat dijadikan informasi bagi dosen Aufsatz dalam membimbing mahasiswa dalam menulis sebuah karangan yang tanpa diberi kerangka pikiran,dan (3) agar penelitian selanjutnya memanfaatkan temuan penelitian ini sebagai acuan untuk melakukan kajian yang lebih mendalam dan luas.